Angkat Piala Disaksikan Sang Ayah, Marko Simic: Saya Rindu Dia!

JawaPos.com – Marko Simic merasa terharu perjuangannya bersama Persija Jakarta akhirnya disaksikan secara langsung oleh sang ayah, Antun Simic. Dia merasa sudah sangat rindu karena beberapa tahun terakhir dia mengadu nasib di negeri orang.

Simic memang sangat istimewa musim ini. Dari dua ajang yakni Piala Presiden dan Liga 1, Simic sudah mengemas total 29 gol untuk Macan Kemayoran. Sebelas gol dicatatkan pada Piala Presiden, dan 18 gol di Liga 1.

Antun datang langsung ke Indonesia dan menyaksikan Persija kontra Mitra Kukar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dia jua jadi saksi kala sang buah hati sukses mencetak dua gol dan menjadi pahlawan Persija untuk meraih gelar juara liga setelah 17 tahun lamanya menunggu.

Persija Jakarta, Marko Simic, Antun Simic, Liga 1 2018Antun Simic menyaksikan anaknya di dalam stadion saat Persija menjamu Mitra Kukar, Minggu (9/12) (Indra Eka/JawaPos.com)

“Sudah lama rasanya sejak terakhir ayah tonton saya langsung di stadion. Saya rindu, tapi ketika dia datang saya punya lebih banyak tekanan. Saya ingin tunjukkan saya tampil baik ketika dia datang,” ungkap Simic kepada wartawan.

“Dia selalu mengikuti pertandingan saya tapi belum pernah merasakan menontong langsung. Beruntung sekali, dia bisa datang dan dia bisa rasakan suasana SUGBK,” lanjut dia.

Simic mengaku senang karena ini menjadi momen yang langka dalam karirnya. Terlebih ini merupakan pengalaman perdana sang ayah menyaksikan pertandingan Persija.

“Saya ikut senang untuknya karena dia tak akan lupakan ini, sama dengan saya. Saya tak pernah punya keluarga yang datang langsung di tribun selama di Indonesia. Memang ada Jakmania tapi tak ada keluarga saya. Jadi, ketika ayah saya datang ini sangat penting dan sangat spesial buat saya,” tutup Simic.

(ies/JPC)

Terdegradasi, Sriwijaya FC Ingin Kembali Secepatnya ke Liga 1

JawaPos.com – Sriwijaya FC berharap bisa secepatnya kembali ke Liga 1 usai terdegradasi ke Liga 2. Tim kebanggaan Sumatera Selatan itu menargetkan hanya semusim di Liga 2 dan kembali ke Liga 1 musim 2020.

Kenyataan terdegradasi ke Liga 2 menyisakan kesedihan mendalam bagi para pemain, manajemen, dan suporter. Plt Dirut PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muddai Maddang mengatakan itu merupakan sebuah kenyataan yang harus diterima.

Tentu, semua pihak baik pemain, manajemen hingga masyarakat Sumsel bersedih atas kenyataan tersebut. “Apalagi saya sebagai dirut sekaligus pemilik pasti sangat sedih dan paling bertanggung jawab atas kenyataan ini,” katanya saat dihubungi, Senin (10/12).

Tapi begitulah, dalam kompetisi selalu ada yang terdegradasi dan kali ini tim kebanggaan Sumsel harus mengalaminya. Karena itu, dia mengaku tidak akan tinggal diam begitu saja.

Tentunya, akan ada pembenahan sehingga mampu kembali lagi ke Liga 1 secepatnya. “Jadi cukup setahun saja. Kami targetkan kembali lagi berlaga di Liga 1 pada 2020,” tegasnya.

Untuk komposisi pemain sendiri, lanjut Muddai, nantinya para pemain yang habis kontrak akan ditawarkan kembali apakah masih ingin bermain di bawah bendera Sriwijaya FC atau tidak. Jika mau tentu pihaknya akan memperpanjang kontrak. Sedangkan yang tidak mau tentunya dilepas.

“Kami tentu tidak bisa mempertahankannya jika pemain itu tidak mau lagi,” terangnya.

Untuk pelatih, nantinya akan ada pergantian. Namun, tentunya berdasarkan evaluasi manajemen, apalagi kemungkinan pada Januari mendatang akan terjadi perombakan manajemen.

Saat ini, Sriwijaya FC fokus dalam kiprahnya di Piala Indonesia 2018 dan memasuki babak 64 besar. Selain itu, Laskar Wong Kito juga menyiapkan diri untuk mengikuti Piala Presiden jelang bergulirnya kompetisi musim 2019. Meski terdegradasi, Muddai menargetkan masuk grand final.

“Kami harus realistis karena terdegradai. Jadi target kami masuk grand final saja,” tutup Muddai.

(lim/JPC)

Pernyataan Maaf Sriwijaya FC Usai Terdegradasi

JawaPos.com – Nasib sial dialami Sriwijaya FC. Pada pekan terakhir Liga 1 2018, Minggu (9/12) lalu, mereka kalah 1-2 dari Arema FC.

Akibatnya, Sriwijaya terlempar ke kompetisi kasta kedua. Di klasemen akhir Liga 1 2018, Sriwijaya finis di urutan ke-17.

Menanggapi situasi ini, manajemen tim menyampaikan permohonan maafnya. Mereka berjanji akan segera berbenah dan kembali ke Liga 1 di musim 2020 mendatang.

“Selaku Dirut PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) sekaligus sebagai pemilik saham mayoritas, saya adalah orang yang paling bertanggung jawab atas PT SOM dan paling berkepentingan dalam perjalanan Sriwijaya FC di kompetisi Liga 1. Faktanya, Sriwijaya FC harus terdegradasi ke Liga 2 setelah kalah 2-1 atas tuan rumah Arema FC. Kami jelas kecewa. Kami jelas bersedih hati. Apalagi kami sudah mengerahkan pikiran dan mengeluarkan biaya untuk menjaga Sriwijaya FC di Liga 1,” ungkap Muddai Madang, Direktur Utama PT SOM.

“Atas nama Sriwijaya FC, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada mayarakat Sumatera Selatan, khususnya pecinta Sriwijaya FC yang selama ini memberikan dukungan kepada Sriwijaya FC. Kami sudah berusaha maksimal menjaga marwah Sriwijaya FC untuk tetap berada di Liga 1. Upaya itu kami lakukan dengan mendatangkan pelatih yang berkualitas. Kemudian menjaga pembayaran gaji berjalan dengan baik. Itu sekian dari beberapa bentuk dari usaha kami,” jelasnya.

Namun sayang, upaya keras yang dilakukan Laskar Wong Kito berakhir mengecewakan. Bersama Mitra Kukar dan PSMS Medan, Sriwijaya terdegradasi ke kompetisi Liga 2 2019.

“Tapi kalau memang harus degradasi, inilah olahraga. Yang mana naik turun kasta itu menjadi bagian dari seni olahraga sepak bola. Bahkan Juventus, Sampdoria, juga pernah terdegradasi di Serie A Italia. Maka dari itu, ini bukanlah akhir dari segalanya. Kami akan tetap optimistis dalam berjuang untuk mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya di Liga 1,” ujarnya.

“Jangan bersedih, kami akan sekuat tenaga mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya sebagai peserta kompetisi Liga 1 pada 2020,” janji Muddai Madang.

(ies/JPC)

Gagal Raih Trofi, PSM Juara di Hati Suporter

JawaPos.com – Asa PSM Makassar untuk merengkuh gelar juara liga pupus. Artinya, selama 18 tahun PSM puasa trofi juara liga. Terakhir kali PSM juara pada musim 1999-2000.

Pada musim itu, putra daerah seperti Ansar Abdullah, Syamsuddin Batola, Rahman Usman, dan kolaborasi dengan pemain-pemain bintang seperti Bima Sakti hingga Kurniawan Dwi Yulianto, serta sejumlah nama legenda lainnya menjadi pengukir sejarah Juku Eja.

Namun, setelah itu PSM seperti kehilangan tajinya. Musim demi musim kompetisi dilewati tanpa meraih gelar juara. Memasuki musim 2017, PSM mulai berbenah. Pelan tapi pasti, mereka kembali menjadi tim yang diperhitungkan.

PSM Makassar, Liga 1 2018, Juara di Hati, SuporterSuporter PSM menilai klubnya adalah juara sejati (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)

Hanya saja, PSM belum bisa meraih gelar juara Liga 1 2017. Dan, musim 2018 kembali gagal mewujudkan target juara. Di tikungan akhir, PSM disalip oleh Persija Jakarta.

Meski begitu, salah satu kelompok suporter PSM mengaku tak risau. Meskipun kekecewaan tak dapat dinafikan, namun mereka sama sekali tak ingin terlalu larut dalam kesedihan karena PSM gagal mewujudkan target juara.

“Kalau kecewa tentu saja. Itu pasti ada. Tapi melihat kondisi kompetisi seperti musim ini, kami tentu bertanya-tanya. Tapi tidak usah berlama-lama larut. Kami senang dan bangga meskipun juara fisik tidak di sini (Makassar) tapi PSM juara di hati kami semua,” ungkap Sekjen Redgank (salah satu kelompok suporter PSM), Sadakati Sukma saat berbincang dengan JawaPos.com di Makassar, Senin (10/12).

Sadat sapaan akrab lelaki itu mengaku, tak begitu terbebani dengan status runner-up. Hal yang mendasar menurutnya adalah bagaimana tim ini menjadi satu kesatuan yang utuh dan tak terpisahkan dari seluruh suporter.

“Kami tetap bangga menjadi bagian dari PSM Makassar. Sekalipun tahun ini kembali belum bisa meraih juara. Kondisi ini semakin mempererat persaudaraan kami semua, suporter untuk memberikan semangat dan dukungan kepada tim untuk bisa menjadi yang terbaik pada musim selanjutnya,” jelasnya.

Kebanggaan terhadap tim kesayangan tak bisa ditukar dengan sesuatu yang hanya bersifat seremonial. Intinya lanjut Sadat, adalah bagaimana memberikan dukungan moral dan seluruh semangat agar ke depan PSM bisa menjadi lebih baik.

“Kami sangat bangga. Menjadi bagian dari tim ini (PSM) adalah sesuatu yang tidak bisa diukur dengan juara atau tidak. Meskipun itu yang dirindukan. Tim harus angkat kepala, juara tidak sebatas trofi tapi juara ada di hati kami semua,” tegasnya.

Pencapaian pada musim ini bisa menjadi bahan evaluasi kembali. Tentunya supaya musim berikutnya PSM bisa mewujudkan target juara liga.

“Tentu itu harapan kami semua. Intinya bagaimana sekarang adalah memperbaiki, berbenah, dan kami selalu ada demi PSM,” pungkasnya.

(rul/JPC)

Liga 1 2018 Resmi Berakhir, Madura United Langsung Bubar Jalan

JawaPos.com – Menyusul kompetisi Liga 1 2018 yang telah resmi berakhir, skuad Madura United juga langsung dibubarkan. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini mengakhiri kompetisi musim ini dengan finis di peringkat ke-8 Liga 1 2018.

Pertandingan melawan Persela Lamongan, Sabtu (8/12) kemarin menjadi laga terakhir Madura United di kompetisi musim ini. Anak asuh Gomes de Oliveira mengalahkan Persela dengan skor tipis 2-1.

Usai laga, skuad Madura United lantas dibubarkan. Menurut manajer tim Haruna Soemitro, manajemen masih menunggu laporan dari tim pelatih. Laporan inilah yang menjadi bahan evaluasi untuk menatap kompetisi musim depan.

“Nanti jika selesai akan ada pemanggilan ulang,” terang Haruna dalam laman resmi klub, Minggu (10/12).

Presiden Madura United Achsanul Qosasi menambahkan, sebelum mengontrak pemain untuk musim depan, pihaknya ingin melihat rapor seluruh pemain sepanjang kompetisi musim ini. “Bagi yang dipandang bisa membantu tim ini lebih baik, akan kami panggil kembali,” ucap AQ-sapaan akrabnya.

Sementara itu pelatih Gomes de Oliveira berterima kasih atas kerja keras seluruh pemain sepanjang musim ini. “Saya mengucapkan terima kasih telah bekerja selama tiga tahun bersama tim ini,” tutup Gomes.

(saf/JPC)

Gagal Bawa PSM Juara, Ini Rencana Selanjutnya Robert Alberts

JawaPos.com – PSM Makassar gagal merengkuh gelar juara Liga 1 2018. Tim asuhan Robert Rene Alberts itu harus puas berada di posisi runner-up. Pelatih asal Belanda itu pun mengaku sudah memiliki rencana selanjutnya.

“Mungkin beberapa pekan mendatang akan ada sesuatu yang kami lakukan untuk tim ini (PSM). Saya selalu bangga terhadap pemain saya. Termasuk dengan hasil ini (runner-up) pada akhir musim,” beber Robert Alberts di Makassar, Senin (10/12).

Rencana itu diakui Robert Alberts telah dipikirkan jauh hari. Bahkan, setelah mengetahui bahwa kemungkinan untuk juara sangat kecil. Hanya saja rencana, Robert Alberts masih enggan mepaparkan rencananya secara gamblang.

Pastinya rencana yang dia maksud terkait hal teknis. “Saya belum bisa bicara terlalu jauh. Karena kami baru saja menyelesaikan kompetisi panjang ini. Yang jelas rencana ini untuk membuat PSM menjadi lebih baik,” terangnya.

PSM pada laga terakhir berhasil menang telak atas PSMS Medan. Namun, tetap saja PSM gagal juara. Itu karena Persija Jakarta pada saat bersamaan berhasil mengalahkan Mitra Kukar sehingga Macan Kemayoran berhasil merengkuh gelar juara.

(rul/JPC)

Setelah Bepe, Pemain Senior Persija Ini Juga Isyaratkan Pensiun

JawaPos.com – Persija Jakarta sukses meraih gelar juara Liga 1 2018. Namun, mereka disinyalir akan kehilangan dua pemain seniornya yang kabarnya bakal pensiun alias gantung sepatu.

Sebelumnya Bambang Pamungkas atau karib disapa Bepe sempat mengisyaratkan pensiun. Saat perkenalan skuad awal musim lalu, Bepe menyebut kalau Persija juara mungkin dirinya gantung sepatu.

Hal itu diperkuat setelah Bepe memakai jersey yang berbeda dari biasanya saat melawan Mitra Kukar, Minggu (9/12). Selain Bepe, ada satu sosok lagi yang mengisyaratkan pensiun yakni bek Maman Abdurahman.

Isyarat Maman pensiun tergambar dalam unggahannya di Instagram miliknya. Dia berterima kasih kepada Stefano Cugurra Teco, pelatih Persija.

“Best Coach. Thanks Coach. Coach yang paling berjasa di akhir-akhir karir saya. Semua tim pelatih dan teman-teman terima kasih. Kalian semua luar biasa. Poin luber,” tulis Maman.

Sontak banyak yang mempertanyakan unggahan Maman tersebut. Jakmania menyebut Maman seperti mengisyaratkan akan mengikuti jejak Bepe.

“Akan pensiun juga bang?” tulis @official_stp1928. “Jangan pensiun dulu bang Men,” tulis @ayubpvli.

(ies/JPC)

Tampil di AFC Cup 2019, Ini Lawan-lawan PSM Makassar

JawaPos.com – PSM Makassar dipastikan bakal mendapatkan jatah tiket untuk berlaga di AFC Cup 2019. Mereka akan bergabung di Grup H pada kompetisi strata kedua Asia tersebut.

Tim berjuluk Juku Eja tersebut memang harus puas menerima kenyataan gagal juara Liga 1. Namun sebagai pelipur lara, mereka akan tampil di kompetisi Asia dengan status runner-up Liga 1.

Pasukan Robert Rene Alberts itu harus segera berbenah dan menambah kekuatan pasukannya. Sebab, pada Grup H nanti, mereka dinanti oleh tim-tim yang cukup berat.

Juku Eja akan menghadapi Kaya–Iloilo, Lao Toyota, dan Home United (andai tak lolos kualifikasi Liga Champions Asia). Tentunya, eksistensi mereka akan sangat dinantikan. Sebab, ini kali pertama PSM kembali tampil di Asia sejak 14 tahun terakhir.

Rencananya, pagelaran AFC Cup 2019 akan mulai dihelat pada akhir Februari 2019. Namun, AFC selaku pemegang kendali belum mengumumkan jadwal pasti ajang ini.

Selain PSM, Persija Jakarta juga akan tampil di kompetisi Asia. Namun, Persija akan terlebih dahulu bermain di kualifikasi Liga Champions Asia (LCA). Andai lolos ke LCA, Persija memberi jalan Bhayangkara FC tampil di AFC Cup bersama PSM.

(ies/JPC)

Ungkapan Menyentuh Teco Usai Bawa Persija Juara Liga 1 2018

JawaPos.com – Persija Jakarta dipastikan jadi kampiun Liga 1 2018 usai mengalahkan Mitra Kukar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (9/12). Dia berterima kasih kepada semua pihak atas dukungannya.

Macan Kemayoran akhirnya menuntaskan penantian 17 tahun untuk menjadi juara. Mereka berhasil merengkuh status kampiun usai meraih total poin 62. Persija unggul satu angka dari PSM Makassar.

Pelatih Stefano Cugurra Teco boleh dibilang menjadi pahlawan di balik kesuksesan Persija. Dalam dua tahun, tangan saktinya sukses mengubah wajah Macan Kemayoran jadi klub jawara.

“Terima kasih kepada Pak Ferry Paulus yang membawa saya ke sini. Saya di Thailand ditelepon dia untuk kerja di klub sebesar Persija,” ungkap Teco.

“Terima kasih juga ke Pak Gede Widiade yang tahun lalu mempertahankan saya. Padahal saya pada awalnya mendapat kritik keras, tapi Pak Gede percaya kepada saya,” sambung dia.

Menurutnya, selama dua tahun ini semua elemen dalam tim sangat bekerja dengan baik. Pemain juga sangat respek, ketika Teco memilih 11 pemain terbaik di lapangan.

“Saat ada teamworek bagus, tentu ada hasilnya. Kami sudah dapat dua piala di awal. Waktu orang bilang juara Piala Presiden tak konsisten, tapi kami sukses juara,” tandas Teco.

(ies/JPC)

Flare dan Kembang Api Hiasi Kemenangan Besar PSM di Mattoangin

JawaPos.com – Letupan warna warni flare serta petasan dan kembang api mewarnai pertandingan krusial antara PSM Makassar menghadapi PSMS Medan di Stadion Mattoangin, Minggu (9/12). Akibatnya, pertandingan sempat dihentikan pada menit 69 saat tuan rumah Juku Eja unggul 5-0.

Dalam pantauan JawaPos.com, kembang api berwarna warni serta pembakaran flare pertama terlihat kali di sudut selatan stadion. Disusul percikan flare yang mulai muncul di tengah-tengah kelompok suporter.

Tak hanya situ, suporter juga membentangkan sejumlah spanduk kritikan terhadap jalannya kepengurusan induk sepak bola Indonesia (PSSI). Pun mengkritik pelaksanaan Liga 1 2018 yang dianggap penuh intrik.

Sejumlah spanduk yang terbentang memang banyak mengkritik PSSI. Di antaranya yang bertuliskan ‘Jangan Pernah Menjual Budaya’, ‘Revolusi PSSI’, ‘Tanpa Juara Aku Masih Setia,’ dan ‘Terima Kasih Liga 1 Atas Dramanya’.

Sejumlah koreo kritik juga sempat dibentangkan suporter di sudut utara stadion. Koreo itu menampilkan sosok monster besar berwarna hijau dengan tangan membentang dan lidah menjulur keluar. Di hadapannya, terlihat sejumlah pemain yang melihat ke arah monster raksasa itu.

Atas penyalaan flare oleh suporter, wasit Nusur Fadillah dari Jakarta mengambil keputusan untuk menghentikan sejenak jalannya laga. Perangkat pertandingan, panitia pelaksana, hingga pihak keamanan berlarian ke tribune suporter untuk segera menghentikan nyala petasan dan flare.

Tak berselang lama, memasuki menit 75, pertandingan bisa dilanjutkan kembali. Gol Juku Eja diciptakan, Sandro menit 15 dan 51, lalu Marc Klok menit 17 dan 35, serta M Rahmat menit 43. Sementara gol tim tamu diciptakan Danni Pratama di menit 90+8 tambahan waktu.

Hasil ini mengantarkan tim Ayam Jantan dari Timur meraih posisi runner up Liga 1 2018 dengan 61 poin. Sementara tim Ayam Kinantan yang terdegradasi ke Liga 2 mengakhiri kompetisi dengan poin terakhir 37.

Satu hal yang pasti, penyalaan flare di dalam stadion adalah hal dilarang dan tertuang dalam Regulasi Liga 1. Artinya, PSM bakal terkena sanksi saat menjalani Liga 1 2019.

(rul/JPC)

Pesta Gol ke Gawang PSMS, Gagal Juara, Begini Respons Pelatih PSM

JawaPos.com – PSM Makassar berpesta gol pada laga pamungkas Liga 1 2018 melawan PSMS Medan, Minggu (9/12). PSM menang dengan skor 5-1. Namun, kemenangan besar itu tetap tak membawa PSM menjuara Liga 1 2018. Pada saat yang sama, Persija Jakarta menang 2-1 atas Mitra Kukar dan keluar sebagai juara.

PSM harus puas menjadi runner-up Liga 1 2018. Poin akhir yang dikumpulkan 61 anga. Tim asuhan Robert Rene Alberts terpaut satu angka dari Persija yang mengoleksi 62 angka.

Robert Alberts mengatakan, meski target untuk mencapai gelar juara belum mampu diraih, hasil tersebut merupakan bukti perjuangan dan kerja keras sepanjang musim.

“Kami sudah lihat hasilnya. Kami mengerjakan perkerjaan dengan baik di rumah sendiri. Semua tim ingin menyelesaikan pertandingan terakhirnya dengan kemenangan dan itu yang kami lalukan,” beber Robert Alberts usai pertandingan.

Pelatih berkebangsaan Belanda itu mengaku tak begitu memikirkan tentang gelar juara sebagaimana target awal yang direncakan untuk timnya. Dia lebih menyoroti proses panjang perjuangan tim, pemain, dan semua yang terlibat di dalamnya.

“Kami hanya berpikir tentang hasil pertandingan sendiri. Kami tidak berpikir tentang hasil tim lain. Pemain sudah dari awal memberikan segalanya. Dan mereka layak untuk mendapatkan penghargaan dari semua pendukung dan masyarakat,” terang Robert Alberts.

Di luar itu, Robert Alberts memberikan ucapan selamat untuk Persija yang berhasil juara. “Selamat untuk Persija,” sebut Robert Alberts.

Sementara itu, pemain senior Zulkifli Syukur menambahkan, perjuangan panjang tim patut diapresiasi. Baginya juara yang sesungguhnya adalah tim yang gigih bertarung tanpa kenal menyerah sampai akhir.

“Itu yang kami lakukan. Dan perjuangan panjang selama musim ini kami persembahkan untuk seluruh pendukung, masyarakat Sulsel yang selalu menyertai perjuangan kami. Kami juara di hati kalian,” pungkas Zulkifli.

(rul/JPC)

Sukses Juara Liga 1, Pelatih Persija Sindir Mario Gomez

JawaPos.com – Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco ‘menyentil’ Roberto Carlos Mario Gomez. Dia teringat kata-kata pelatih Persib Bandung yang menyindir Persija beberapa waktu lalu.

Teco secara pribadi sebenarnya mengomentari pernyataan Rahmad Darmawan, pelatih Mitra Kukar. Sebelumnya, RD menyebut kalau Persija mendapatkan keuntungan dari dua gol ke gawang tim asuhannya.

“Banyak pelatih di Indonesia cari alasan seusai laga. Mereka punya penalti, kenapa tidak gol? Kalau gol mereka bisa seri, tapi saya punya kiper nomor satu di Indonesua (Andritany Ardhiyasaa),” ungkap Teco dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.

Sejurus kemudian, pelatih asal Brasil itu tiba-tiba teringat komentar Mario Gomez beberapa waktu lalu. Menurutnya, banyak pelatih yang terlalu ikut campur dengan perjalanan Persija.

“Seperti pelatih Persib, awal musim kami dibilang akan main jelek karena juara Piala Presiden. Kami dibilang takut. Kenapa begitu? Dia harus konsentrasi dengan timnya sendiri. Saya juga seperti itu, konsentrasi dengan tim saya sendiri,” papar dia.

Menurutnya, Liga 1 2018 ini memang sangat sengit. Bahkan penentuan juara dan degradasi ditentukan sampai pertandingan terakhir.

“Saya kerja di beberapa liga, di Thailand, Singapura, hingga Malaysia. Lima laga terakhir sudah tahu juaranya. Cuma ini banyak komentar yang mengganggu. Ini bagus buat media, tapi tidak buat tim,” tandas Teco.

(ies/JPC)

Soal Pensiun, Ismed Sofyan: Tanya Saja ke Coach Teco

JawaPos.com – Masa depan Ismed Sofyan menjadi perbincangan seiring keberhasilan Persija Jakarta juara Liga 1 2018. Salah satu pemain senior di skuad Macan Kemayoran itu kabarnya akan pensiun di musim 2019 mendatang.

Ketika Persija memperkenalkan skuad musim ini, Ismed dan Bambang Pamungkas sempat mengisyaratkan untuk gantung sepatu. Namun hal tersebut dibantah oleh yang bersangkutan. Bang Haji, sapaan Ismed, masih ingin bermain di musim mendatang.

Namun keputusannya ini tidak serta merta dikeluarkan begitu saja. Ismed lebih dulu meminta pendapat dari pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco.

“Saya minta pendapat Coach Teco, bagaimana soal masa depan saya,” ujar Ismed sambil bercanda

“Lebih bagus kalau tunggu nanti dahulu,” timpal Teco. Ismed langsung menjawab, “Itu jawabannya, nanti dahulu.”

Mantan bek kanan Timnas Indonesia itu merasa masih kuat untuk bermain dalam beberapa tahun ke depan. Dia masih punya ambisi besar untuk terus membawa Persija jadi tim terbaik di Indonesia.

“Saya pikir, saya masih konsisten dan mampu. Saya masih memiliki motivasi dan keinginan besar di sepak bola. Insya Allah saya kalau diperpanjang (kontrak) masih di Persija,” tandas dia.Ismed Sofyan dikabarkan bakal pensiun setelah membawa Persija Jakarta juara.

(ies/JPC)

Rahmad Darmawan Bangga Bila Persija Jakarta Juara

JawaPos.com – Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan mengaku bangga bila Persija Jakarta menjuarai Liga 1 2018. Namun, dia mengaku ingin profesional dan bakal berjuang membawa timnya menang saat laga digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (9/12).

Pertandingan nanti memang seperti laga final buat Macan Kemayoran. Mereka dituntut meraih kemenangan agar bisa menuntaskan dahaga gelar juara yang sudah 17 tahun dinantikan.

Rahmad Damrawan sendiri memiliki memori manis bersama Persija. Pelatih yang juga dikenal dengan sapaan RD tersebut pernah bermain bersama tim ibukota pada 1986-1991 dan 1994-1995. Dia jua pernah membesut Macan kemayoran dalam tiga periode berbeda, yakni 2006, 2010, dan 2014 lalu.

Melihat sejarah tersebut, RD senang bila akhirnya Persija juara. Namun sebelum itu, ia akan menjadi musuh untuk Ismed Sofyan dan kawan-kawan.

“Saya pikir tiap pelatih dalam warna dan kaus berbeda apakah ada historinya di klub lawan, wajib berjuang penuh dan profesional,” ungkap RD.

“Tapi secara pribadi, saya bangga kalau Persija juara. Tapi kalau saya bisa kalahkan Persija, tentu saya juga bangga,” tambahnya.

Saat ini Persija menempati posisi puncak dengan kepemilikan 59 poin. Mereka belum aman karena hanya unggul satu angka dari PSM Makassar.

(ies/JPC)

Persebaya Akhiri Musim Secara Indah, Kalahkan PSIS di Depan Bonek

JawaPos.com – Persebaya Surabaya memang hanya menang 1-0 saat menjamu PSIS Semarang, Sabtu (8/12) sore WIB di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Namun, tetap saja menjadi akhir musim yang indah karena menutup Liga 1 2018 dengan kemenangan.

Gol semata wayang Persebaya dicetak Fandi Eko Utomo pada menit ke-56. Ini adalah laga terakhir Persebaya di Liga 1 2018.

Persebaya mendapatkan peluang emas dari peluang David da Silva pada menit kelima. Walaupun berhasil melewati bek dan kiper, namun bola melenceng di kiri gawang. David kembali mendapat peluang pada menit keenam. Kali ini bola berhasil ditepis kiper.

Tuan rumah mendapatkan peluang emas ketiganya pada menit ke-20. Kali ini giliran Irfan Jaya yang mengancam gawang PSIS. Sayang peluang penggawa Tim Nasional (Timnas) Indonesia berhasil digagalkan kiper Joko Ribowo.

Tendangan first time dilesakkan Fandi Eko Utomo pada menit ke-27. Lagi-lagi bola berhasil ditepis Joko Ribowo. Kapten tim PSIS Hari Nur Yulianto juga mengancam gawang Persebaya. Namun tembakannya berhasil diamankan kiper Miswar Saputra.

PSIS memperoleh kesempatan emas dari tembakan keras Bruno Silva menit ke-42. Akan tetapi kesempatan Bruno dapat digagalkan kiper Miswar Saputra. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Persebaya membuka kesempatan pada babak kedua lewat peluang Fandi Eko Utomo menit ke-52. Akan tetapi bola melebar tipis di samping gawang. Padahal tendangan kaki kiri Fandi Eko telah gagal ditepis Joko Ribowo.

Persebaya akhirnya mencetak gol pada menit ke-56. Gol Persebaya diceploskan oleh Fandi Eko. Fandi mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan bola pantul dari tendangan Rendi Irwan yang diblok bek PSIS.

Pertandingan sempat terhenti pada menit ke-58. Wasit menghentikan laga selama dua menit karena ada flare yang menyala di tribune. Setelah laga kembali berlangsung, Persebaya kembali menekan pertahanan PSIS.

Persebaya dibuat kesulitan untuk mencetak gol di pertandingan ini. Padahal Persebaya mendominasi pertandingan dan menciptakan banyak kesempatan. Selain lini pertahanan yang tangguh, kiper PSIS juga bermain apik di laga ini.

PSIS memperoleh kesempatan dari tendangan bebas Bruno Silva pada menit ke-76. Akan tetapi bola berhasil diblok kiper Miswar Saputra. Selepas itu, Persebaya kembali mengambil kendali pertandingan.

Sebuah umpan lambung diberikan Irfan Jaya ke arah David da Silva pada menit ke-84. Sayang kesempatan ini digagalkan kiper Joko Ribowo. David da Silva hampir mencetak gol pada menit ke-90. Sayang tendangan bebasnya belum berbuah gol.

Persebaya belum menghentikan tekanannya ke gawang PSIS pada masa injury time. Akan tetapi tekanan-tekanan itu tak membuat Persebaya untuk menambah gol. Skor 1-0 tak berubah hingga laga berakhir.

SUSUNAN PEMAIN
Persebaya Surabaya: Miswar Saputra, Rachmat Irianto, Otavio Dutra, Ruben Sanadi, M. Syaifuddin, Misbakhus Solikin, Fandi Eko Utomo (Ferinando Pahabol, 85’), Rendi Irwan Saputra (OK John, 70’), Irfan Jaya, Oktafianus Fernando (Andri Muliadi, 90+2), David da Silva
Pelatih: Djadjang Nurdjaman

PSIS Semarang: Joko Ribowo, Gilang Ginarsa, Haudi Abdillah, Petar Planic, Safrudin Tahar, M. Yunus (Widya Wahyu, 81’), Nerius Alom, Bayu Nugroho (Melcior Majefat, 87’), Komarudin, Hari Nur Yulianto, Bruno Silva
Pelatih: Jafri Sastra

Wasit: Yudi Nurcahya (Jawa Barat)

Penonton: 50.000

(saf/JPC)

Di Balik Rasa Pesimistis, PSMS Medan Mencari Asa di Makassar

JawaPos.com – Upaya PSMS Medan untuk keluar dari zona degradasi semakin berat. Sebab di pekan penutup Liga 1 2018, Minggu (9/12) besok, mereka akan menghadapi PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta.

PSMS saat ini masih terperangkap di dasar klasemen dengan perolehan 37 poin. Tim Ayam Kinantan berjarak dua angka dari empat lawannya yakni PS Tira, Perseru Serui, Sriwijaya FC, dan Mitra Kukar yang juga terancam masuk lubang degradasi.

Bila ingin selamat, PSMS tentu harus menang saat hadapi laga penentuan melawan PSM Makassar. Namun bukannya memperlihatkan semangat pantang menyerah, Peter Butler selaku pelatih tim justru pesimistis menatap laga nanti.

“Kami harus evaluasi semuanya. Ini sudah sangat salah. Saya masuk di putaran kedua, dan harus mencoba membawa tim ini lebih baik. Di posisi kami sekarang, saya rasa memang betul-betul kami harus melakukan evaluasi,” ucapnya saat jumpa pers di Makassar, Sabtu (8/12).

“Saya sangat senang dengan kerja keras para pemain. Mereka selalu memberikan yang terbaik dalam setiap kerja keras yang ditunjukkan di lapangan. Saya harap semangat itu masih ada dan bisa ditunjukan dalam pertandingan besok,” tutur pelatih berkebangasaan Inggris.

Sementara itu, Abdul Aziz mengaku tak terbebani dengan pertandingan nanti. Meski dihantui ancaman degradasi, ia dan kawan-kawannya akan tetap bermain maksimal seperti laga sebelumnya.

“Intinya kami bermain sebaik mungkin, sesuai dengan strategi yang sudah disusun pelatih. Paling penting terus menjaga semangat dan selalu kerja keras,” ucap bek kiri PSMS tersebut.

“Para pemain akan terus berjuang. Kami wajib tampil habis-habisan di pertandingan terakhir ini,” pungkasnya.

(rul/JPC)

Persebaya Seharusnya Pesta Gol ke Gawang PSIS

JawaPos.com – Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman tidak sepenuhnya puas dengan kemenangan atas PSIS Semarang. Menurut Djanur – sapaan akrabnya, Persebaya seharusnya bisa mencetak banyak gol dalam laga pamungkas Liga 1 2018 tersebut.

Walaupun melepaskan banyak tembakan on target, tim berjuluk Green Force itu hanya menang 1-0 atas PSIS, Sabtu (8/12) sore WIB. Gol semata wayang Persebaya dicetak oleh Fandi Eko Utomo pada menit ke-56.

“Saya bersyukur karena kami bisa mendapatkan tiga poin dari pertandingan yang cukup ketat. Kami happy ending,” ucap Djanur selepas pertandingan. Kemenangan itu membawa Persebaya untuk sementara berada di peringkat keempat.

Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, Liga 1 2018, Djadjang NurdjamanPersebaya banyak melepaskan tembakan tepat sasaran (Official Persebaya)

Hanya saja, Djanur tampak kecewa dengan penyelesaian akhir Persebaya. Green Force seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol jika lebih tenang dalam mengonversi peluang yang mereka kreasi.

“Kami terlalu banyak membuang peluang. Jadi ini tidak termasuk pertandingan terbaik kami musim ini. Kami pernah bermain lebih baik pada pertandingan sebelumnya di GBT,” aku eks pelatih Persib Bandung itu.

Djanur angkat topi dengan performa PSIS di pertandingan ini. Menurutnya, walaupun bermain bertahan dengan mengandalkan serangan balik, skuad asuhan Jafri Sastra itu memberikan perlawanan yang ketat kepada Persebaya.

“Tetapi kami respek dengan PSIS. Mereka cukup merepotkan kami. PSIS membuat pertandingan ini cukup alot dan memberikan perlawanan ketat,” tutup Djanur.

(saf/JPC)

Menteri Kabinet Kerja Dukung Persija Juara

JawaPos.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpanrb), Komjen Syafruddin optimistis Persija Jakarta bisa juara Liga 1 2018. Dia yakin tim ibu kota berada dalam kesempatan besar untuk meraih gelar tersebut.

Macan Kemayoran tinggal selangkah lagi menuntaskan dahaganya selama 17 tahun untuk kembali angkat piala. Andai menang melawan Mitra Kukar, Minggu (9/12), mereka dipastikan meraih status kampiun Liga 1 2018.

Syafruddin sendiri memang dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Persija Jakarta. Dia sudah sejak setahun terakhir ini juga memperhatikan perkembangan Macan Kemayoran.

“Saya ingin katakan bahwa selaku Ketua Dewan Pembina Persija Jakarta selama setahun ini bergabung membina bersama seluruh pengurus paling tidak sudah cukup berbangga. Paling tidak sudah persembahkan yang terbaik, tak hanya untuk warga Jakarta, tapi bagi seluruh penggemar sepak bola,” ungkap Syafruddin.

Menurutnya, pasukan Stefano Cugurra Teco sudah menjalani 2018 ini dengan istimewa. Dua gelar pramusim menjadi contoh apiknya penampilan Ismed Sofyan cs.

“Persija sudah juara Piala Presiden. Dan tentu Liga 1 kejuaraan bergengsi yang cukup panjang, satu tahun. Persija terakhir juara 2001, 17 tahun lalu. Jadi seluruh penggemar berdoa agar Persija bisa mempersembahkan yang terbaik di pertandingan terakhir,” pungkasnya.

(ies/JPC)

Hadapi Laga Terakhir, Bhayangkara Akan Tampil Totalitas

JawaPos.com – Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy meminta skuad didikannya tampil habis-habisan dalam laga kontra Bali United, Sabtu (8/12) besok. Pasalnya pertarungan tersebut akan menjadi laga penentuan Bhayangkara untuk merebut posisi ketiga di papan klasemen Liga 1 2018.

Saat ini The Guardians bertengger di peringkat empat dengan kepemilikam 50 poin. Bhayangkara hanya berjarak satu angka dari Persib Bandung di posisi tiga. Simon yakin misi ini akan berakhir dengan kesuksesan.

“Kami mau posisi ketiga. Mau selalu berjuang sampai menit terakhir. Motivasi untuk berjuang keras dan pastikan anak-anak tampil 100 persen untuk dapatkan tiga poin besok,” ungkap Simon di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (7/12).

“Tiga pertemuan sebelum laga Bhayangkara vs Bali banyak dipertaruhkan. Tapi di laga besok para pemainnya tidak sama seperti pertandingan sebelummya,” tambahnya.

Pada musim lalu, persaingan Bhayangkara dengan Bali United memang terbilang panas. Keduanya bersaing ketat di jalur perebutan gelar juara.

Namun sayang, hal itu tak dapat mereka alami di musim ini. Kedua tim harus merelakan gelar juara jatuh ke tangan Persija Jakarta atau PSM Makassar.

Meski demikian, Simon tetap ingin kemenangan di pertandingan nanti. Ia minta Bhayangkara bertempur maksimal demi raihan tiga poin di pekan terakhir.

“Besok pertandingan terakhir untuk laga professionalisme liga. Tidak sama dan berbeda dengan laga-laga sebelumnya. Ada sesuatu yang dipertaruhkan lebih tinggi daripada laga besok,” pungkasnya.

(mat/JPC)

Dua Pekan Latihan di Liverpool, Supriadi Sempat Liburan ke London

JawaPos.com – Bisa berlatih di Kota Liverpool, Inggris menjadi pengalaman berharga yang didapat Mochamad Supriadi. Bagaimanapun, bisa merasakan langsung atmosfer dan kultur sepak bola di Inggris akan memberi manfaat dalam perjalanan karir Supriadi yang masih panjang.

Selama kurang lebih dua pekan, Supriadi dan 9 pemain muda lainnya menimba ilmu sepak bola di Kota Liverpool. Usai kembali ke tanah air pada awal pekan ini, winger Timnas U-16 itu menceritakan kesannya selama berada di Inggris. 

Supriadi bersama sembilan anak Surabaya lainnya berlatih secara khusus di salah satu universitas yang ada di Kota Liverpool. “Selama di Liverpool kami latihan di kampus tempat latihannya tim utama Tranmere Rovers,” jelas Supriadi. “Yang latihan di Liverpool salah satunya diikuti oleh U-18 dari Wales.” 

Supriadi pun menceritakan beberapa kegiatan yang dia lakukan selama di kota Liverpool tersebut. “Pagi latihan, habis latihan terus ada kelas sampai jam lima sore. Setelah itu kami diberi waktu istirahat,” terang Supriadi.

Berlatih dan belajar sepak bola selama dua pekan di Liverpool menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Supriadi. “Saya bersyukur dapat belajar di sana, karena pengetahuan tentang sepak bola saya menjadi lebih luas. Pelatihannya juga berbeda dengan yang saya dapatkan sebelumnya,” ucapnya.

Tak hanya fokus berlatih, sebelum kembali ke Indonesia Supriadi dan kawan-kawan mendapat jatah liburan. “Tiga hari sebelum pulang ke Indonesia, kami diberi libur untuk jalan-jalan ke London,” kenang Supriadi.

Disinggung mengenai Persebaya U-16, Supriadi mengatakan bahwa dia belum memikirkan hal itu. “Saya belum tahu, saya masih kembali ke Ragunan jadi saya belum bisa menjawab terkait itu,” terang Supriadi. “Setelah kembali ke Indonesia kami berlatih lagi seperti biasa,” imbuhnya. 

(ana)

Persebaya Ngeri dengan Mesin Gol PSIS

JawaPos.com – Persebaya Surabaya tidak akan memandang remeh PSIS Semarang saat keduanya bertemu di pekan terakhir Liga 1 2018, Sabtu (8/12) besok. Persebaya tetap mewaspadai Laskar Mahesa Jenar, terutama striker andalan mereka, Bruno Silva.

Menurut Djadjang Nurdjaman, Bruno Silva termasuk salah satu penyerang haus gol di pentas Liga 1 musim ini. Kontribusinya bersama PSIS juga cukup besar. Hal itu dibuktikan dengan torehan 16 gol yang sudah dicetaknya.

“Kami mewaspadai Bruno Silva. Dua pemain sayap PSIS juga berbahaya. Mereka kencang dan cepat,” ucap Djanur, Jumat (7/12) siang.

Pelatih Persebaya itu memberikan tugas khusus kepada bek muda Rachmat ‘Rian’ Irianto. Jebolan Tim Nasional U-19 Indonesia tersebut diberikan instruksi untuk menjaga pergerakan juru gedor asal Brasil itu.

“Mudah-mudahan Rian bisa menjalankan tugasnya dengan baik untuk menjaga Bruno,” harap eks pelatih Persib Bandung ini.

Sementara itu, PSIS Semarang tidak akan mewajibkan striker andalannya Bruno Silva untuk mencetak gol melawan Persebaya. Menurut head coach Jafri Sastra, semua pemain PSIS bisa mencetak gol. Bukan hanya Bruno.

“Saya lebih mengedepankan kerja sama tim. Karena sepak bola berjalan dari detik ke setik. Siapa yang punya kesempatan untuk cetak gol, itu saya persilahkan. Jadi tidak harus Bruno yang mencetak gol,” tegas Jafri.

Mantan pelatih Persipura Jayapura ini sadar bahwa pertandingan kontra Persebaya tak akan mudah. Sebab Persebaya dalam tren yang bagus khususnya di laga kandang. “Namun kami akan tetap all out dan mendapatkan poin di surabaya,” tutupnya.

(saf/JPC)

Persebaya Mainkan Bek Timnas U-19 di Laga Pamungkas

JawaPos.com – Persebaya Surabaya akan menurunkan bek muda Rachmat Irianto pada pertandingan melawan PSIS Semarang, Sabtu (8/12) sore. Rian, sapaan akrab sang pemain, bakal berkolaborasi dengan Otavio Dutra di jantung pertahanan tim.

Cedera dan aktivitasnya yang padat bersama Tim Nasional U-19 Indonesia membuat Rian jarang tampil bersama skuad utama Persebaya. Putra sulung asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro itu hanya bermain di tiga pertandingan saja.

Namun Rian akan menjalani pertandingan keempatnya di musim ini. Ia bakal dipasang sebagai starter untuk menggantikan Fandry Imbiri. Menurut Djadjang Nurdjaman selaku pelatih tim, Fandry sedang izin pulang ke Papua untuk suatu urusan penting.

“Saya melihat hasil latihan. Rian pemain juga pengalaman. Saya pikir sudah saatnya dia manggung. Dia juga anggota Timnas U-19. Saya tidak ragu untuk memasangnya pada pertandingan melawan PSIS,” ujar Djanur, sapaan akrab sang pelatih.

Sementara itu, Rian mengaku sudah siap untuk menyambut pertandingan melawan PSIS. Langkah pertama yang ia lakukan adalah mempersiapkan mental. “Sebab saya sudah lama tidak bermain di Persebaya,” ungkapnya.

Rian mengaku cukup tegang menyambut pertandingan ini. Sebab, ini adalah laga terakhir Persebaya di Liga 1 2018. Artinya, Rian dituntut untuk meminimalisasi kesalahan. Sebab, Persebaya membidik kemenangan atas PSIS.

“Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Saya ingin memberikan kemenangan dan membahagiakan warna Surabaya dan Bonek,” terangnya.

(saf/JPC)

Ini Penampakan Trofi yang Diperebutkan Persija dan PSM

JawaPos.com – Ketatnya persaingan menuju titel juara Liga 1 2018 membuat PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus melakukan persiapan khusus. Mereka sampai harus membuat dua trofi replika juara Liga 1. Dua trofi replika itu dikirim ke pihak Persija Jakarta dan PSM Makassar yang memang berpeluang menjadi juara musim ini.

Dua replika tersebut melengkapi trofi orisinal yang masih disimpan di kantor PT LIB. Satu trofi replika disiapkan di pertandingan Persija Jakarta versus Mitra Kukar yang digelar di Stadion Utama Bung Karno (SUGBK). Trofi replika kedua untuk pertandingan PSM Makassar versus PSMS Medan di Stadion Mattoangin (Makassar), Minggu (9/12) sore.

Nantinya, trofi replika juara akan diberikan secara simbolis kepada tim yang akhirnya merebut juara Liga 1 2018. “Untuk yang trofi asli kami tempatkan di kantor Jakarta. Akan kami serahkan kepada tim juara pada momentum tertentu setelah pekan terakhir nantinya,” jelas Tigor Shalomboboy, COO PT LIB.

Meski berstatus replika, dua trofi tersebut dibuat dengan kemiripan 100 persen. Baik dalam bentuk, warna, dan ukurannya sama. Masing-masing berwarna kuning emas. Tingginya 49 cm dan lebar 23 cm.

Soal desain, trofi juara Liga 1 ini terinspirasi dari kibaran bendera yang selalu mendampingi sebuah klub saat berlaga di kompetisi. Desain tersebut diharapkan bisa mentransfer semangat dan rasa bangga para suporter kepada para pemain. Terutama saat mereka mengibarkan bendera kebesaran klub.

(adw/JPC)

Jalani Arak-arakan, PSS Disambut Ribuan Suporter Sepanjang Jalan

JawaPos.com – PSS Sleman disambut dengan penuh suka cita usai menjuarai Liga 2 2018. Seluruh penggawa tim Super Elang Jawa diarak dengan menggunakan bus terbuka. Masyarakat pun mengelu-elukan Cristian Gonzales dan kawan-kawan sepanjang rute arakan.

Memakai bus terbuka dengan lambang kebesaran tim, seluruh pemain dan ofisial PSS Sleman diarak dari Terminal Jombor menuju lapangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Kamis (6/12). Kesuksesan tim dalam menjuarai Liga 2 2018 ini dirasakan bersama penggemar setianya, Brigata Curva Sud (BCS), Sleman Fans, dan Slemania.

Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantara mengatakan, atas pencapaian ini semua turut bahagia. “Suporter saya kira ikut bahagia atas pencapaian ini,” katanya, Kamis (6/12).

Namun demikian, tantangan ke depan akan semakin berat. PSS nantinya harus bersaing dengan klub-klub yang levelnya lebih tinggi dibanding musim 2018 ini.

“Tantangan Liga 1 akan semakin berat. Level lebih tinggi, kualitas pemain maksimal di sana, kualitas pelatih bagus. Di situ akan sangat berat,” katanya.

Meski begitu ia yakin tim ini bisa melewatinya dan mendapatkan pencapaian yang semakin baik. Asalkan seluruh stakeholder yang ada di dalamnya bisa tetap saling menjaga dan kerja sama. “Saya yakin bisa melewatinya,” kata dia.

Dalam arak-arakan itu, seluruh pemain, pelatih, maupun ofisial tim disambut meriah oleh ribuan penggemarnya. Dari Terminal Jombor melewati Jalan Magelang, menuju ke lapangan Pemkab Sleman. Setelah dijamu oleh Bupati Sleman, mereka kemudian bercengkerama dengan para suporter.

Sementara Bupati Sleman, Sri Purnomo mengharapkan agar di Liga 1 seluruh bagian PSS semakin profesional. Baik itu, pemain maupun suporter.

“Mudah-mudahan dengan tampil di Liga 1 semua suporter semakin dewasa, bisa menunjukkan tingkat simpatiknya di stadion. Sekaligus memberikan contoh yang baik tidak ada kekerasan,” ucapnya.

(dho/JPC)

Jadwal Piala Indonesia Berubah, Persebaya Terancam Tak Bisa Full Team

JawaPos.com – Laga babak 64 besar Piala Indonesia 2018 memberi masalah tersendiri bagi Persebaya Surabaya. Selain tak bisa didampingi pelatih kepala Djadjang Nurdjaman, Persebaya juga berpotensi tak bisa memainkan para pemain andalan. 

Saat meladeni tantangan PSBI Blitar di babak 128 besar Piala Indonesia, Persebaya menurunkan kekuatan utama. Namun, di babak 64 besar melawan PSKT Sumbawa Barat, hal itu agak sulit untuk diulang. Penyebabnya dipicu oleh perubahan jadwal di Piala Indonesia.

Djanur-sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, memang tak bisa mendampingi tim karena harus melanjutkan modul untuk meraih lisensi pro AFC. Dia menilai, Piala Indonesia tetap penting bagi Persebaya. Karena itu dia akan melakukan koordinasi dengan asisten pelatih Bejo Sugiantoro. 

“Kami akan tetap upayakan untuk menang,” kata mantan pelatih Persib Bandung itu.

Masalahnya, laga melawan PSKT mengalami penundaan. Harusnya, laga digelar pada 17 Desember. Tapi, karena bersamaan dengan ajang Porprov Nusa Tenggara Barat, jadwal dipindah ke 22 Desember.

Begitu pula dengan venue pertandingan. Berubah dari Stadion Magaparang, Sumbawa menjadi di  Stadion 17 Desember Turide, Mataram.

Pemunduran jadwal laga membuat persiapan Persebaya sedikit kacau. Sebab, laga digelar berdekatan dengan perayaan hari raya Natal. Praktis, beberapa pemain Nasrani diragukan turun dalam laga kontra tim Liga 3 itu. Padahal, pemain seperti David da Silva dan Osvaldo Haay menjadi andalan di lini depan.

Lini belakang juga berpeluang tanpa Ruben Sanadi dan Fandry Imbiri. Meski yang dihadapi adalah tim Liga 3, tapi Persebaya tetap waspada. 

Karena itu, Djanur akan melihat bagaimana perkembangan tim. Lagipula, mereka masih harus menghadapi PSIS Semarang di laga pamungkas Liga 1, Sabtu (8/12) lusa.

“Makanya harus saya siapkan betul timnya seperti apa. Karena pemain tak akan komplet, jadi harus benar-benar disiapkan,” tegas pelatih 54 tahun itu. 

(gus)

Musim Baru Belum Dimulai, PSS dan Persita Sudah Diancam Sanksi

JawaPos.com – Musim baru belum dimulai, tapi PSS Sleman dan Persita Tangerang sudah ditunggu sanksi. Hal ini tak lepas dari insiden yang terjadi selama perebutan peringkat ketiga dan final Liga 2 2018 di Stadion Pakansari Bogor, Selasa (4/12) lalu. Bentuk sanksi masih menunggu sidang dari Komisi Disiplin PSSI.

Penyalaan flare, smoke bomb, pelemparan botol, hingga perusakan oleh oknum suporter menghiasi final Liga 2 2018 di Stadion Pakansari Bogor. Insiden tersebut akan berdampak kepada dua klub, Persita Tangerang dan PSS Sleman.

Dua klub tersebut terancam sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Ketua Komdis PSSI Asep Edwin Firdaus mengatakan, meski kompetisi Liga 2 telah berakhir, hukuman tetap berlaku.

final liga 2 2018Persita Tangerang bakal menanggung hukuman atas ulah oknum suporter mereka. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

“Sampai saat ini laporan masih belum kami terima. Nanti kalau sudah, baru kami putuskan hukumannya seperti apa,” ungkap Asep.

Asep menambahkan, untuk hukuman berupa denda bisa langsung dijatuhkan kepada klub yang bersangkutan. “Untuk hukuman yang bersifat sanksi seperti larangan menonton atau bermain, bisa diberlakukan diberlakukan musim kompetisi berikutnya. Jenis hukuman untuk kejadian di final Liga 2 lalu, akan kami bahas dalam sidang. Kalau denda sudah jelas. Tapi nominalnya belum kami putuskan,” imbuhnya.

Dalam pertandingan di Stadion Pakansari itu, terjadi insiden cukup fatal. Saat pertadingan perebutan tempat ketiga antara Persita dan Kalteng, oknum supoter Persita sempat masuk ke dalam lapangan.

Mereka juga merusak alat-alat pertandingan dan melakukan pemukulan terhadap beberapa ofisial Kalteng Putra. Sebelum itu, juga ada flare, smoke bomb, dan pelemparan botol. Akibatnya, pertandingan sempat dihentikan selama 47 menit.

Tidak hanya itu, pelanggaran juga terjadi dalam laga final. Suporter PSS Sleman yang tidak dapat membendung euforia juara juga terancam sanksi.

Saat memasuki injury time, flare menyala hampir di seluruh tribune. Beberapa flare bahkan sempat dilempar ke area sentleban. Juga ada smoke bomb dan petasan. Akibatnya pertandingan dihentikan selama lima menit karena asap tebal menyelimuti lapangan.

Dikonfirmasi mengenai kejadian yang melibatkan timnya, CEO Persita Azwan Karim mengatakan masih menunggu keputusan terkait insiden tersebut. Pihaknya sudah mengirim surat terkait kejadian itu serta tentang pelaksanaan pertandingan.

“Kejadian itu memang ada di luar berita-berita yang beredar sebelum pertandingan. Sudah ada pemikiran negatif dan dipicu kepemimpinan wasit yang beberapa ada yang dipertanyakan,” kata Azwin.

Azwin juga menyoroti terkait pengamanan penpel, terutama di tribune utara tempat suporter Persita yang menjadi yang paling dominan saat itu. “Saat kejadian memang tidak ada pengamanan di area tersebut. Selebihnya kami menunggu tanggapan dari panpel, dalam hal ini PT LIB dan PSSI,” imbuhnya.

Sementara itu manajer PSS Sleman Sismantoro belum bisa memberikan tanggapan terkait insiden flare, smoke bomb, dan petasan saat laga final. “Saya masih capek baru tiba,” ujarnya.

(jpg/adw/JPC)

Bikin Deg-degan, 5 Tim Calon Degradasi Main Tandang di Pekan Terakhir

JawaPos.com – Tugas berat harus dijalani Mitra Kukar, Perseru Serui, Sriwijaya FC, PS Tira, dan PSMS Medan. Pada pekan terakhir Liga 1 2018, mereka dituntut menang demi menyelematkan diri dari ancaman degradasi.

Namun tugas itu rasanya tak akan berjalan mudah. Sebab, kelimanya kompak bermain di markas lawan. PSMS sebagai penghuni dasar klasemen akan bertandang ke Stadion Mattoangin, kandang PSM Makassar. Sementara PS Tira dijadwalkan bertamu ke markas Borneo FC Stadion Segiri di Samarinda.

Di Malang, Sriwijaya akan menghadapi tuan rumah Arema FC. Sedangkan Persersu Serui tandang ke markas Persipura Jayapura dan Mitra Kukar bertamu ke kandang Persija Jakarta.

Uniknya, semua tim punya catatan buruk ketika melakoni laga tandang di musim ini. Fakta tersebut tentu jadi alarm berbahaya buat The Young Warriors (julukan PS Tira), Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya), Cendrawasih Oranye (julukan Perseru), Naga Mekes (julukan Mitra Kukar), dan Ayam Kinantan (julukan PSMS).

Berikut catatan laga tandang dari lima tim yang terancam degradasi:

– Mitra Kukar
24/03/18: Arema FC 2-2 Mitra Kukar
08/04/18: Persib Bandung 2-0 Mitra Kukar
21/04/18: Persipura Jayapura 2-1 Mitra Kukar
06/05/18: PSM Makassar 3-1 Mitra Kukar
17/05/18: Bhayangkara FC 1-0 Mitra Kukar
28/05/18: PSIS Semarang 4-0 Mitra Kukar
07/06/18: Persela Lamongan 3-1 Mitra Kukar
10/07/18: PS Tira 0-0 Mitra Kukar
06/08/18: Borneo FC 3-2 Mitra Kukar
13/09/18: Madura FC 2-0 Mitra Kukar
22/09/18: Mitra Kukar 4-1 Mitra Kukar
15/10/18: Bali United 1-0 Mitra Kukar
23/10/18: PSMS Medan 1-3 Mitra Kukar
04/11/18: Perseru Serui 3-1 Mitra Kukar
17/11/18: Barito Putera 2-1 Mitra Kukar
30/11/18: Sriwijaya FC 3-1 Mitra Kukar

– Sriwijaya FC
25/03/18: Borneo FC 0-0 Sriwijaya FC
07/04/18: Madura FC 3-0 Sriwijaya FC
22/04/18: Persebaya Surabaya 1-1 Sriwijaya FC
05/05/18: Bali United 3-4 Sriwijaya FC
18/05/18: PSMS Medan 1-0 Sriwijaya FC
27/05/18: Perseru Serui 1-0 Sriwijaya FC
08/06/18: Barito Putera 3-1 Sriwijaya FC
18/07/18: Mitra Kukar 3-0 Sriwijaya FC
04/08/18: Persib Bandung 2-0 Sriwijaya FC
11/09/18: Persipura Jayapura 1-0 Sriwijaya FC
23/09/18: PSM Makassar 2-0 Sriwijaya FC
12/10/18: Bhayangkara FC 2-0 Sriwijaya FC
23/10/18: PSIS Semarang 1-0 Sriwijaya FC
02/11/18: Persela Lamongan 3-0 Sriwijaya FC
17/11/18: PS Tira 3-0 Sriwijaya FC
24/11/18: Persija Jakarta 3-2 Sriwijaya FC

– Perseru Serui
25/03/18: Persebaya Surabaya 1-0 Perseru Serui
07/04/18: Bali United 1-1 Perseru Serui
20/04/18: PSMS Medan 1-0 Perseru Serui
11/05/18: Persela Lamongan 0-0 Perseru Serui
22/05/18: PS Tira 0-1 Perseru Serui
01/06/18: Mitra Kukar 2-0 Perseru Serui
07/07/18: Borneo FC 5-1 Perseru Serui
17/07/18: Madura United 2-0 Perseru Serui
05/08/18: PSM Makassar 2-2 Perseru Serui
12/09/18: Bhayangkara FC 2-0 Perseru Serui
23/09/18: PSIS Semarang 4-2 Perseru Serui
08/10/18: Persija Jakarta 2-1 Perseru Serui
19/10/18: Barito Putera 0-0 Perseru Serui
29/10/18: Sriwijaya FC 4-0 Perseru Serui
11/11/18: Arema FC 4-1 Perseru Serui
23/11/18: Persib Bandung 2-2 Perseru Serui

– PS Tira
26/03/18: Persib Bandung 1-1 PS Tira
07/04/18: Persipura Jayapura 2-0 PS Tira
21/04/18: PSM Makassar 4-3 PS Tira
04/05/18: Bhayangkara FC 4-2 PS Tira
17/05/18: PSIS Semarang 0-2 PS Tira
28/05/18: Persela Lamongan 4-1 PS Tira
06/07/18: Sriwijaya FC 4-1 PS Tira
15/07/18: Arema FC 2-2 PS Tira
03/08/18: Madura United 3-1 PS Tira
11/09/18: Persebaya Surabaya 0-2 PS Tira
24/09/18: Bali United 1-1 PS Tira
24/10/18: Perseru Serui 0-0 PS Tira
05/11/18: Barito Putera 3-1 PS Tira
10/11/18: Persija Jakarta 0-0 PS Tira
23/11/18: Mitra Kukar 1-0 PS Tira
05/12/18: PSMS Medan 2-4 PS Tira

– PSMS Medan
24/03/18: Bali United 1-0 PSMS Medan
15/04/18: PSIS Semarang 4-1 PSMS Medan
29/04/18: Persela Lamongan 4-1 PSMS Medan
11/05/18: PS Tira 3-2 PSMS Medan
22/05/18: Mitra Kukar 1-0 PSMS Medan
01/06/18: Borneo FC 3-1 PSMS Medan
08/07/18: Madura United 1-0 PSMS Medan
18/07/18: Persebaya Surabaya 2-0 PSMS Medan
03/08/18: Bhayangkara FC 3-1 PSMS Medan
12/08/18: Persija Jakarta 0-0 PSMS Medan
16/09/18: Perseru Serui 3-1 PSMS Medan
07/10/18: Barito Putera 3-3 PSMS Medan
18/10/18: Sriwijaya FC 0-3 PSMS Medan
28/10/18: Arema FC 5-0 PSMS Medan
09/11/18: Persib Bandung 0-1 PSMS Medan
24/11/18: Persipura Jayapura 3-1 PSMS Medan

(bep/JPC)

Berpeluang Digeser Persebaya, Borneo FC Bakal Terus Berlari

JawaPos.com – Borneo FC memasang target kemenangan saat menjamu PS TIRA pada pekan terakhir Liga 1 2018, Minggu (9/12) nanti. Tambahan tiga poin akan membuat tim berjuluk Pesut Etam ini menjauh dari kejaran Persebaya Surabaya.

Borneo FC kini berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 48 poin. Sedangkan Persebaya menguntit di peringkat keenam dengan selisih satu angka saja. Kondisi yang membuat Borneo rentan tergeser andai gagal meraih tiga poin saat bertemu PS TIRA.

Jika Borneo FC sampai imbang atau kalah di tangan PS TIRA, sedangkan Persebaya mengalahkan PSIS Semarang, maka skuat besutan Dejan Antonic akan terkudeta dari peringkat kelima.

Namun, jika Borneo FC menang, mereka berpeluang untuk menggusur Bhayangkara FC bahkan Persib Bandung. “Kalau Bhayangkara FC dan Persib menang, kami tetap berada di peringkat kelima,” ucap asisten pelatih Ahmad Amiruddin dalam laman resmi klub.

Mantan pemain PSM Makassar dan Mitra Kukar ini menegaskan, Borneo FC harus memetik kemenangan pada pertandingan melawan PS TIRA. Ia tahu laga ini akan sulit karena PS TIRA juga pasti bekerja keras untuk selamat dari degradasi.

“Perhatian kami semua bakal tertuju kepada pertandingan terakhir. Tidak ada kata untuk melemah karena pertandingan terakhir. Sebaliknya, kami akan tampil habis-habisan untuk mempertahankan posisi yang ada,” tegas Amir.

(saf/JPC)

Jakmania Siapkan Kejutan di SUGBK Saat Persija vs Mitra Kukar

JawaPos.com – The Jakmania telah mempersiapkan kejutan dalam laga Persija Jakarta versus Mitra Kukar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (9/12). Mereka sudah membuat atraksi yang akan dipertunjukkan dalam laga pamungkas nanti.

Duel kontra Mitra Kukar memang cukup dinantikan oleh suporter Persija. Sebab jika menang, Macan Kemayoran dipastikan jadi kampiun Liga 1 2018.

Jakmania jelas sudah tak sabar melihat tim kesayangannya mengangkat piala. Mereka akan memberikan dukungan semaksimal mungkin agar pemain Persija terlecut.

“Tapi, soal koreografi butuh persiapan yang matang, karena waktu yang tidak cukup. Jadi tidak mungkin buat koreo yang besar,” ungkap Sekretaris Jenderal Jakmania, Diky Soemarno.

Jakmania yakin atraksi yang mereka perlihatkan nanti tak hanya memberi motivasi untuk Marko Simic Cs. Atraksi tersebut juga akan menggoyang mental lawan ketika bertanding.

“Tentu, atraksi khusus pasti ada. Yaa, kita lihat nanti saja,” tandas Dicky.

(ies/JPC)

Andai Persija Juara, Jakmania: Itu Setting-an Tuhan

JawaPos.com – The Jakmania akhirnya ikut buka suara soal nada miring yang mengiringi jalan Persija Jakarta menuju tangga juara Liga 1 2018. Menurut mereka, andai tim kesayangannya juara itu merupakan takdir Tuhan. Bukan karena bantuan siapa pun.

Macan Kemayoran -julukan Persija- memang selangkah lebih dekat menuju juara Liga 1. Saat ini, mereka unggul satu angka dari PSM Makassar di puncak klasemen.

Andai bisa meraih kemenangan melawan Mitra Kukar, Minggu (9/12), penantian mereka akan gelar juara akhirnya terwujud. Namun, Jakmania berharap tak ada aksi berlebihan dari seluruh suporter Persija di SUGBK.

“Imbauan untuk jangan berlebihan juga. Seperti penonton masuk lapangan, larangan adanya red flare, smoke bom, jangan sampai ganggu pertandingan,” ujar Sekjen Jakmania, Diky Budi.

Diky juga buka suara soal isu juara setting-an yang belakangan ramai di media sosial. Menurutnya, semua yang sudah dilakukan Persija sejauh ini murni hasil kerja keras.

“Kami akan kerja keras semaksimal mungkin agar Persija main sebaik mungkin. Kami siap bantu seribu persen. Persija juara dengan setting-an dari Tuhan,” tandas dia.

(ies/JPC)

Hamka Hamzah Buka Sesi Curhat Soal Dugaan Match Fixing di Liga 1

JawaPos.com – Hamka Hamzah ikut bersuara soal dugaan pengaturan pertandingan atau match fixing di Liga 1 2018. Dia mengaku sakit hati karena tuduhan tersebut mencoreng nama baik seluruh klub dan para pemainnya.

Saat ini isi juara pesanan sedang ramai dibahas di berbagai media sosial. Persija Jakarta, salah satu kandidat juara Liga 1 2018 dituduh mendapat bantuan dari PSSI.

Menanggapi itu, Hamka mengaku sangat kecewa. Bek Arema FC tersebut menilai anggapan miring yang bereda tidak memiliki dasar kuat.

“Saya sebagai pemain sangat merasa kecewa dengan adanya pernyataan seperti itu. Kami ini pemain di awal musim dikontrak oleh klub untuk menargetkan menjadi juara. Saya yakin 18 klub yang ada di Liga 1 ini menargetkan juara. Jadi kalau dikatakan setting-an dari awal salah satu tim menjadi juara, itu tidak masuk akal,” ujar Hamka saat siaran langsung di akun Instagram pribadinya.

Mantan pemain Timnas Indonesia ini memberi contoh kasus yang menurutnya sangat mendekati kebenaran. Pada putaran pertama Liga 1, klasemen papan atas dikuasai Barito Putera, Sriwijaya FC, dan Persib Bandung. Sedangkan dua kandidat juara musim ini, Persija dan PSM makassar malah terseok-seok di papan bawah klasemen.

“Padahal kalau itu setting-an, harusnya mereka (Persija dan PSM) terus menerus di papan atas sampai akhir tanpa kalah, ya itu bisa dicurigai. Jadi kalau berandai-andai saat laga sisa empat pertandingan, ya semua orang bisa melakukannya,” ujar Hamka.

Menurut Hamka, isu ini meluas karena banyaknya komentar miring di berbagai media sosial. Komentar-komentar tersebut akhirnya memengaruhi pandangan terhadap dunia sepak bola Indonesia. Hal ini jelas tak bagus karena publik tidak memiliki bukti yang kuat soal pengaturan pertandingan di Liga 1 2018. “Itu bisa merusak nama baik klub,” tegasnya.

Mantan pemain PSM Makassar dan Persija Jakarta itu ingin yang menuduh bisa membawa bukti yang cukup. Dia mencontohkan Januar Herwanto, Manajer Madura FC yang terang-terangan membeberkan bukti pengaturan skor di Liga 2 2018.

“Kalau Liga 2 ini yang bagus, mereka membuktikan jika ada pengaturan skor. Ini yang saya suka karena memiliki bukti rekaman percakapan dan penawaran. Sehingga berikan bukti kepada media, dan itu akan memalukan. Terbukti ada berita Exco itu mengundurkan diri dan didenda. Tetapi kalau Liga 1 saya tidak terima, saya suka liga ini,” tandas Hamka.

(ies/JPC)

Tim Pelapis Persib Butuh ‘Bantuan’ Febri untuk Kalahkan Tim Liga 3

JawaPos.com – Lakoni laga di kandang PSCS Cilacap, Rabu (5/12), Persib Bandung tak didampingi langsung oleh pelatih kepala Mario Gomez. Yaya Sunarya ditunjuk untuk mendampingi Maung Bandung yang banyak diisi pemain pelapis dalam laga babak 64 besar Piala Indonesia ini.

Tak heran, menghadapi tim dari kasta ketiga Indonesia, Persib kesulitan untuk bisa mendominasi PSCS. Ini jelas bukan laga yang mudah bagi Maung Bandung yang mengandalkan pemain lokal dan sejumlah pemain pelapis.

Praktis hanya Febri Hariyadi yang merupakan pemain reguler starter di kubu Persib. Tak heran, strategi yang diperagakan Maung Bandung di Stadion Wijaya Kusuma pun terkesan Febri-sentris.

Kesempatan emas didapat PSCS pada menit 19. Sebuah tendangan bebas tuan rumah melesat tepat ke arah gawang. Namun Made masih sigap menepis bola dan hanya membuahkan tendangan sudut.

Persib langsung membalas melalui sebuah kesempatan yang sama. Sebuah set pieces di sisi kanan pertahanan Laskar Hiu Selatan nyaris membuahkan gol andaikan tendangan Eka Ramdani tak mengenai mistar gawang.

Di sisa 5 menit babak pertama, tuan rumah mendapat peluang terbaik mereka. Serangan yang dilakukan membuat pertahanan Persib sedikit lengah. Sehingga memberi kesempatan pemain PSCS melakukan tendangan keras. Beruntung, Made masih sigap menghentikan bola yang mengarah ke gawangnya.

Persib akhirnya memecah kebuntuan di awal babak kedua. Melalui sebuah serangan sporadis, Persib membuat pertahanan tuan rumah kelabakan. Memaksa kiper PSCS keluar jauh dari sarangnya.

Hal ini yang dimanfaatkan dengan maksimal oleh Febri Hariyadi. Bola rebound langsung ditendang ke arah gawang yang hanya dijaga pemain PSCS. Persib unggul 1-0.

Tuan rumah tak tinggal diam usai tertinggal dari tamunya. Mereka coba menekan pertahanan melalui serangan balik dengan mengandalkan kecepatan Arbeta. Namun strategi ini kurang berjalan maksimal karena minimnya dukungan dari lini kedua.

Di menit akhir waktu normal, PSCS mendapat peluang melalui set pieces di dekat kotak penalti Persib. Sayang, tendangan Imam hanya melewati mistar gawang Made Wirawan.

Kedudukan 1-0 untuk Persib pun tak berubah hingga akhir laga. Maung Bandung pastikan membawa pulang tiket babak 32 besar Piala Indonesia 2018 ke Bandung. 

PSCS 0-1 Persib
(Febri 49′)

Susunan pemain
PSCS Cilacap: Ahmad, Syaiful, Erdin (Ilham 62′), Daniel (Imam 51′), Zulhairi, Yosi, Sohiron, Ricki, Jemmy, Lucas (M Irvan 85′), Arbeta
Pelatih: Jaya Hartono

Persib Bandung: Made, Henhen, Indra (Mario 90+4′), Sabil, Puja, Agung, Eka Ramdani, Hariono, Febri, Wanggai (Wildan 89′), Airlangga (Muchlis 59′)
Pelatih: Yaya Sunarya

(adw/JPC)

Ikon Persija Sampai Ikut Merespons Sindiran Rochy Putiray

JawaPos.com – Ikon Persija Jakarta, Bambang Pamungkas (Bepe) sampai ikut merespons pernyataan pedas Rochy Putiray. Dia ingin semua pihak bisa membawa bukti soal dugaan setting-an juara di Liga 1 2018.

Sebelumnya, saat berkomentar dalam salah satu akun Youtube, Rochy memang menyebut Persija pasti juara. Dia curiga kalau ada permainan yang bikin langkah Persija bisa sangat mulus.

Bepe sendiri menyebut kalau Rochy punya alasan kuat di balik pernyataannya. Dia ingin sindiran itu bisa menjadi momentum untuk semua pihak agar membuka lebar-lebar dugaan pengaturan pertandingan.

Berikut petikan ‘cuitan’ Bepe di media sosial Twitter;

Beberapa bulan lalu, tiba-tiba saya ingin menulis cerita tentang seorang pesepakbola nasional yg paling tau cara, ‘mengejawantahkan’ arti bermain untuk negaranya. Totalitasnya dalam bermain berada di atas rata-rata.

Saya bahkan sempat menemui yang bersangkutan. Secara langsung saya meminta ijin untuk menulis tentang dirinya, dan dia pun mengijinkan. Tujuannya tentu untuk referensi, dan inspirasi pesepakbola jaman sekarang. Pemain tersebut bernama Rochy Melkiano Putiray.

Beberapa waktu lalu Kaka Nyong (begitu saya biasa memanggilnya) menyampaikan pendapat, jika ‘(selama ini) Juara liga Indonesia sudah diatur’. Semua orang pun kaget, hmmm tidak semua orang sih.

Respons saya: “Di mata saya Kaka Nyong adalah pemain yg cukup memiliki integritas. Oleh karena itu, saya yakin jika dia memiliki dasar yang kuat dalam menyampaikan pendapatnya”.

Reaksi kita seharusnya adalah menjadikan pendapat tersebut sebagai sebuah fakta baru, untuk mendorong segera terbentuknya sebuah tim khusus, guna mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi (selama ini) di sepak bola kita. Bukan malah memojokkan yang bersangkutan.

Apakah benar sejak Ligina l (bahkan mungkin sebelumnya) gelar juara liga Indonesia bisa dipesan? integritas sepak bola kita dipertaruhkan.

Ayo PSSI, ayo pemerintah, ini momentum. Jangan lewatkan begitu saja. Rasanya kita semua sepakat, bahwa sepak bola Indonesia harus dikelola, dan berjalan ke arah yg lebih baik.

(ies/JPC)

PSMS Tuan Rumah Tak Main di Kandang, Peter Butler Bingung

JawaPos.com – PSMS Medan akan melakoni laga tunda melawan PS Tira di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (5/12). Meski berstatus sebagai tuan rumah, PSMS tidak bermain di kandangnya, Stadion Teladan, Medan.

Laga PSMS melawan PS Tira harusnya digelar pada pekan ke-25 pada 12 Oktober lalu. Pertandingan batal karena terkendala izin kepolisian.

Hal itu membuat pelatih PSMS, Peter Butler bingung. Dia juga kecewa karena pertandingan tersebut tidak digelar di kandang mereka.

“Situasi ini bikin saya sangat bingung. Kami berstatus sebagai tuan rumah tapi tidak main di kandang. Jadi itu sedikit membuat saya kecewa karena saya sudah ada rencana sebelum laga terakhir,” beber Butler, Selasa (4/12).

Situasi itu membuat PSMS sulit. Apalagi Ayam Kinantan – julukan PSMS, tengah berupaya merangkak dari zona degradasi. Sama halnya dengan PS Tira. “Ini situasi yang tidak bagus untuk kedua tim,” ujarnya.

Meski kecewa, Butler tak ingin anak asuhnya patah arang. Juru taktik asal Inggris itu tetap ingin meraih hasil optimal.

“Saya mengerti banyak yang kecewa dengan apa yang kami buat. Kami harus sikapi situasi ini dengan pasti. Ini tidak bagus untuk PSMS tapi ketika kami main di luar kandang, selalu bermain bagus. Kami akan coba untuk dapat poin penuh pada laga besok,” tandasnya.

Seperti diketahui, PSMS dan PS Tira sedang berjuang untuk keluar dari zona degradasi. PSMS saat ini berada di posisi ke-17 dengan 37 poin. Sedangkan PS Tira berada di dasar klasemen dengan 36 poin.

Pada pertandingan sebelumnya, PSMS berhasil memetik poin penuh dari Persebaya. PSMS menang telak dengan skor 4-0.

(pra/JPC)

Persebaya dan PSIS Saling Mengalahkan Dalam 14 Tahun Terakhir

JawaPos.com – Persebaya Surabaya memiliki rekor yang biasa-biasa saja ketika bertemu dengan PSIS Semarang. Dalam kurun waktu 14 tahun terakhir, Persebaya hanya dua kali menang dan dua kali kalah dari PSIS.

Menurut catatan Soccerway, Persebaya dan PSIS hanya lima kali bertemu sejak 2004 hingga 2018. Dari lima pertemuan itu, head to head kedua kesebelasan cenderung berimbang.

Persebaya dua kali mengalahkan PSIS. Pertama pada kompetisi Divisi Utama 2004 silam. Pada saat itu Persebaya menang tiga gol tanpa balas atas Laskar Mahesa Jenar. Persebaya kemudian menjadi juara Divisi Utama 2004.

Kemenangan kedua diraih pada kompetisi Liga 2 2017 kemarin. Pada saat itu Persebaya menaklukkan PSIS dengan skor 1-0. Gol kemenangan dicetak Irfan Jaya. Sekali lagi, Persebaya keluar sebagai juara Liga 2 2017.

Sedangkan kekalahan Persebaya atas PSIS terjadi pada babak delapan besar Divisi Utama 2005. Persebaya juga takluk di tangan PSIS dengan skor 0-1 pada putaran pertama Liga 1 2018.

Riwayat Pertandingan Persebaya vs PSIS:
22/07/18 PSIS 1-0 Persebaya
15/11/17 PSIS 0-1 Persebaya
18/09/05 Persebaya 0-1 PSIS
04/08/04 Persebaya 3-0 PSIS
21/01/04 PSIS 0-0 Persebaya

(saf/JPC)

KPK Bisa Periksa PSSI Andai Hal Ini Terjadi

JawaPos.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) buka suara soal kemungkinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut memeriksa PSSI. Menurut mereka, KPK bisa saja turun tangan periksa PSSI andai ada dana negara yang digunakan.

PSSI belakangan memang jadi sorotan tajam publik. Mulai dari kepemimpinan Edy Rahmayadi, hingga soal isu suap pengaturan skor yang terjadi di kompetisi di bawah naungan PSSI.

Kondisi itu disorot oleh ICW. Mereka mendorong kepolisian untuk ikut terlibat karena sejatinya kasus suap bukan merupakan delik aduan.

“KPK juga bisa turun tangan, kalau duitnya dari negara, kalau sponsor tak bisa. Misal penyelenggaraan Asian Games, PSSI dapat dari APBN, kemudian dikorupsi, bisa. Kalau ini kan bukan. Seingat saya, ini korupsi di privat sector,” ungkap aktivis antikorupsi dari ICW, Emerson Yuntho.

Tentu PSSI memiliki potensi soal itu. Namun, ICW menyebut hingga saat ini tak ada yang mencurigakan dan laporan soal penyalahgunaan dana oleh PSSI.

“Memang harus dipilah satu-satu, ada yang dari sponsor atau negara. Sejauh ini belum ada laporan uang negara dikorupsi, tapi tentu ada konflik kepentingan karena kan sekarang ketumnya menjabat sebagai Gubernur Sumut juga,” pungkas Emerson.

(ies/JPC)

Persita Kalah, Pelatih Akui Salah Strategi

JawaPos.com – Persita Tangerang gagal lolos ke Liga 1 2019. Di laga penentuan melawan Kalteng Putra, mereka kalah dua gol tanpa balas.

Bermain di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/12) sore, gawang Persita kebobolan pada menit 12 dan 19. Kalteng Putra menang berkat gol dari Dendi Maulana dan I Made Wirahadi.

“Ini paling tidak mengenakkan buat saya. Kami kalah dan tidak bisa lolos ke Liga 1 tahun depan. Ini bukan kesalahan pemain. Ini murni kesalahan saya,” ungkap Wiganda Saputra, pelatih Persita.

Seusai laga, Wiganda mengaku salah dalam menyusun strategi. Ia telat memainkan dua penggawa senior, Egi Melgiansyah dan Ade Jantra.

“Saya memutuskan tidak mainkan Egy Melgiansyah dan Ade Jantra di babak pertama karena keduanya masih belum fit. Mereka sesak napas. Tapi saya terpaksa cantumkan keduanya ke dalam daftar susunan pemain karena kami butuh pemain berpengalaman,” jelas Wiganda.

“Kita lihat, di babak kedua para pemain tidak seperti babak pertama. Mereka lebih berani. Di babak pertama rata-rata pemain muda masih kurang berani. Tapi masuknya Egi dan Ade telat. Kami gagal mengubah keadaan,” sesalnya.

(bep/JPC)

Suporter Terobos Lapangan, Pelatih Persita: Itu Wajar

JawaPos.com – Pertandingan Persita Tangerang melawan Kalteng Putra di perebutan peringkat tiga Liga 2 2018 sempat diwarnai kericuhan suporter. Pada awal babak kedua, suporter Persita nekat masuk lapangan karena tidak puas dengan kepemimpinan wasit.

Hal tersebut tentu mengganggu jalannya pertandingan. Namun insiden itu dianggap wajar oleh pelatih Persita, Wiganda Saputra.

“Insiden tadi memang cukup mengganggu. Tapi saya rasa wajar karena kami kalah. Suporter sedih serta kecewa karena mereka ingin tim favoritnya main di Liga 1,” ucap Wiganda selepas pertandingan.

“Kejadian ini tentu merugikan. Tapi saya masih bisa memaklumi. Mereka rindu timnya menang,” tambahnya.

Soal kepemimpinan wasit, Wiganda enggan bicara banyak. Meski menilai ada sejumlah kekeliruan, ia tetap menghargai tugas sang pengadil pertandingan.

“Para pemain jelas sedih dengan kekalahan ini. Tapi soal keputusan wasit, memang ada beberapa yang salah khususnya soal handsball pemain lawan. Tapi kalian (wartawan) bisa lihat sendiri,” tandasnya.

(bep/JPC)

Suporter Bali United Bantah Aksinya Ditujukan ke Persija

JawaPos.com – Suporter Bali United, North Side Boys (NSB), akhirnya buka suara soal aksinya dalam laga Serdadu Tridatu melawan Persija Jakarta, Minggu (2/12) malam. Mereka membantah kalau hal itu sengaja ditujukan kepada Persija.

Fans Bali United memang menjadi perhatian usai berulah di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Mereka menyalakan petasan hingga flare yang membuat laga beberapa kali terhenti.

Ada juga beberapa spanduk yang ditebarkan mereka untuk melawan mafia. Namun, NSB membantah kalau aksinya itu ditujukan kepada Persija daftar poker.

“Aksi tadi murni karena kami merayakan satu musim pertemuan dan menyuarakan ‘TIDAK ADA RUANG UNTUK MAFIA SEAPK BOLA, LAWAN!’,” tulis NSB dalam Instagram story-nya.

Mereka berharap suporter klub lain tak ikut mencampuri kegiatan yang mereka lakukan kemarin. Karena justru hal itu bisa menimbulkan berita palsu.

“Dan untuk kawan-kawan Persija fans, kami hanya fokus ke aksi kami dan mengkritik manajemen kami. Semoga tak ada berita hoax yang tersebar tentang masalah chant rasis, jangan terprovokasi semoga persahabatan ini tetap terjaga, Enjoy Bali untuk semua Persija fans,” tandas mereka.

(ies/JPC)

Soal Permainan Nonteknis Demi Liga 1, Begini Tanggapan Kalteng Putra

JawaPos.com – Pelatih Kalteng Putra, Kas Hartadi, buka suara soal nada sumbang jelang perebutan satu tiket tersisa Liga 1 2019. Dia mengaku tak mengerti dan cuma fokus di atas lapangan.

Sebelumnya sempat beredar kabar kalau jatah untuk ke Liga 1 musim depan sudah terungkap. Selain PSS Sleman dan Semen Padang yang sudah dipastikan promosi, Kalteng Putra disebut akan melengkapinya.

Padahal laga perebutan peringkat ketiga Liga 2 2018 baru akan dihelat Selasa (4/12). Kondisi itu akhirnya dikomentari Kas Hartadi.

“Masalah nonteknis, saya kurang mengerti. Saya hanya menyiapkan bagaimana bermain sepak bola yang baik,” ungkap Kas Hartadi di Cibinong.

Kas menambahkan Kalteng Putra saat ini cuma fokus terhadap diri sendiri. Mereka akan berjuang mati-matian demi satu tiket promosi tersisa ke Liga 1 2019.

“Semua dari tim sudah siap. Pertandingan besok, tim terbaik. Siapa yang terbaik itu yang memenangkan pertandingan,” tandas mantan juru racik Sriwijaya FC tersebut.

(ies/JPC)

Semen Padang Masa Bodoh dengan Suara Sumbang Jelang Final Liga 2

JawaPos.com – Semen Padang memilih menyingkirkan jauh-jauh isu nonteknis jelang final Liga 2 2018 melawan PSS Sleman, Selasa (4/12). Mereka saat ini cuma fokus menjadi juara Liga 2.

Sebelumnya memang sempat beredar kabar kalau tiket ke Liga 1 2019 sudah dijatah. Semen Padang, PSS Sleman, dan Kalteng Putra disebut jadi tim yang diberi jatah naik kasta.

Akan tetapi, Semen Padang tak peduli soal nada sumbang yang ada. Mereka cuma fokus dengan masalah teknis di lapangan untuk partai final kontra PSS Sleman.

“Kalau kami di bidang teknis, dari awal sampai sekarang, kami tidak akan terpengaruh hal-hal di luar yang kami latih. Sungguh pun ada hal-hal itu di luar, saya mengharapkan kepada pemain, hakim tertinggi di lapangan adalah wasit,” ungkap pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli.

“Alhamdulillah itu dari awal yang kami lakukan dan itu saya sangat yakin. Tuhan tidak list yang masuk final siapa saja. Tinggal kami bagaimana menjalankan kondisi yang terjadi,” sambung dia.

Menurutnya, isu di luar lapangan sama sekali tak mempan buat Semen Padang. Mereka yakin yang membuat isu itu cuma ingin menjatuhkan mental pemain saja.

“Gonjang-ganjing sekarang, kami InsyaAllah tidak terpengaruh, karena kami tidak terlibat. Mudah-mudahan pertandingan akan fair, kami berharap juga. Sepak bola sekarang tentang teknologi untuk perkembangan. Kami masih bergelut dengan hal-hal yang sepele,” tandas Syafrianto.

(ies/JPC)

Namanya Tersangkut Match Fixing, Hidayat Mundur dari PSSI

JawaPos.com – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat, akhirnya memilih mundur dari jabatannyan usai tersangkut isu pengaturan skor. Namun, dia mundur bukan berarti mengakui keterlibatannya.

Nama Hidayat memang belakangan ramai diperbincangkan di dunia sepak bola Indonesia. Dia disebut-sebut menghubungi Madura FC untuk melakukan pengaturan skor di kompetisi Liga 2 2018.

Kondisi itu jelas cukup memprihatinkan. Terlebih, posisi Hidayat merupakan anggota Exco PSSI. Apalagi, dia membidani Komite Kompetisi PSSI dalam keanggotaannya di Exco.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia terkait kejadian akhir-akhir ini. Itu merupakan kejadian satu-satunya selama saya menjadi anggota Exco PSSI,” ungkap Hidayat.

Setelah ada acara di Mata Najwa, Hidayat mengaku membuat sepak bola Indonesia gaduh. “Tapi saya tegaskan, Insya Allah saya bukan mafia dan pengatur skor yang dituduhkan,” lanjut dia.

Menurutnya, proses sidang akan terus berlanjut. Justru dengan mundurnya dia, Komdis PSSI bisa lebih bebas dalam mengungkapkan fakta.

“Oleh karena itu, saya mengatakan kalau saya salah silakan diproeses. Kalau saya ingin menunda bisa saja, sebagai Exco proses mundur ada beberapa tahapan, tetapi saya tak mau menambah kegaduhan dan beban itu. Saya minta Komdis segera mengungkapkan yang ditujukan kepada saya,” tandas dia.

(ies/JPC)

DIbantu Gol Titik Putih, Borneo FC Melaju ke 32 Besar Piala Indonesia

JawaPos.com – Borneo FC melakoni laga sulit di babak 64 besar Piala Indonesia 2018. Menghadapi tim Liga 2, Martapura FC, tim Pesut Etam hanya bisa menang tipis 1-0. Tapi sudah cukup bagi Borneo FC untuk mendapatkan tiket babak 32 besar.

Sebagai tim yang punya kekuatan lebih bagus, Borneo memang banyak melakukan tekanan ke kubu tuan rumah. Sejumlah serangan mampu dikirim ke pertahanan Martapura FC. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal tak  kunjung mberikan gol bagi Pesut Etam.

Memainkan sejumlah pemain mudanya, Borneo memang cukup mampu mendominasi. Billy Keraf dan kolega berkali-kali melancarkan tembakan. Namun, penampilan apik kiper Martapura FC, Tedi Heri, mampu mementahkan semua peluang tersebut. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.

Di babak kedua, Martapura FC mulai bangkit. Mereka mulai bisa memberikan tekanan berarti ke pertahanan Borneo. Sayang, memang kualitas penyerang Martapura kurang mumpuni untuk mencetak gol.

Borneo FC pun belum mau memberikan tekanan. Masukanya Titus Bonai memberikan tambahan tekanan. Serangan Borneo makin gencar. Sejumlah peluang didapat, meski gagal berakhir dengan gol.

Gol bagi Borneo akhirnya tiba pada menit 75. Wasit memberikan penalti setelah ada pelanggaran yang dilakukan pemain Martapura.

Lerby Eliandri maju sebagai eksekutor. Tendangannya melesak keras ke sudut kiri gawang Martapura. Arah gerakan Tedi sebenarnya sudah tepat, namun bola melaju lebih cepat.

Martapura coba mencari gol penyama kedudukan di sisa menit laga. Namun, hingga peluit akhir laga, tak ada gol yang tercipta. Borneo pun memastikan diri tampil di babak 32 besar Piala Indonesia 2018.

Martapura 0-1 Borneo
(Lerby 75′-p)

Susunan Pemain
Martapura FC: Tedi Heri, Erwin Gutawa, Haris Hardiansyah, Mohamad Arozi, Revi Agung, Amirul Mukminin, Marshel Huwae, Rahel Hardiansyah, Reza Saputra, Aidil Bogel, Sandy Pratama
Pelatih: Frans Sinatra Huwae

Borneo FC: M Ridho, Habibi, Firdaus, Leo Tupamahu, Rachman Ramadhan, Achmad Hisyam, Wahyudi Hamisi, Billy Keraf, Tijani Belaid, Sultan Samma, Lerby Eliandri
Pelatih: Dejan Antonic

(adw/JPC)