Ilustrasi gelombang panas. (Foto: AFP)

Canberra: Sejumlah kota di Australia sempat masuk kategori lokasi terpanas di dunia sepanjang pekan ini saat negara tersebut dilanda gelombang panas. Otoritas setempat mengingatkan temperatur tinggi di Australia mungkin dapat memecahkan rekor sebelum akhir pekan ini.

Biro Meteorologi Australia mengatakan pada Rabu 16 Januari 2019 bahwa suhu sangat panas dalam empat hari terakhir ini. Suhu bahkan mencapai hampir 50 derajat Celcius di beberapa lokasi.

“Saat (suhu) Australia Selatan memecahkan rekor Selasa kemarin, maka kawasan ini juga menjadi salah satu lokasi terhangat di Bumi,” ucap meteorolog senior Philip Perkins kepada kantor berita AFP.

“Lokasi yang memecahkan rekor Selasa kemarin, hari ini suhunya sudah lebih tinggi lagi,” lanjut dia.

Temperatur tinggi bukan hal aneh di Australia saat musim panas, yang tak jarang memicu kebakaran hutan. Namun perubahan iklim membuat gelombang panas di Australia menjadi lebih ekstrem.

Baca: Gelombang Panas Landa Australia, Capai 46 Derajat Celcius

Salah satu kota di Australia Selatan yang tercatat mencapai suhu tertinggi adalah Tarcoola. Di kota kecil tersebut, suhu udara mencapai 49 derajat Celcius.

Sementara suhu di kota pelabuhan Port Augusta mencapai 48,9 derajat Celcius, satu derajat lebih tinggi dari rekor pada 7 Februari 2009. Di kota Coober Pedy — di mana beberapa warga tinggal di bawah tanah untuk menghindari temperatur ekstrem — suhu udaranya mencapai 47,4 derajat Celcius.

Satwa di Australia, yang telah menderita di tengah kekeringan di wilayah timur, juga merasakan dampak gelombang panas. Sekitar satu juta ikan diyakini tewas akibat gelombang panas di Australia. Otoritas Negeri Kanguru mengingatkan angka kematian hewan berpotensi bertambah.

Pemerintah New South Wales berencana memasang alat bernama aerator di beberapa sungai, untuk memastikan level oksigen tetap tinggi agar ikan dapat bertahan hidup.

(WIL)