Tokyo (ANTARA News) – Carlos Ghosn yang hari ini menjalani sidang perdana di Pengadilan Tokyo atas dugaan pelanggaran keuangan di Jepang, menyatakan begitu mencintai Nissan dan tidak ingin meninggalkan perusahaan itu saat terpuruk.

Ghosn menyampaikan hal itu melalui pernyataan tertulis yang telah disiapkan sebelumnya, kemudian dirilis oleh tim pengacara Ghosn di Amerika Serikat, dilansir Reuters.

“Yang mulia…Saya bersyukur akhirnya memiliki kesempatan untuk berbicara di depan umum. Saya berharap untuk memulai proses pembelaan diri atas tuduhan terhadap saya,” katanya.

“Pertama, izinkan saya mengatakan bahwa saya memiliki cinta dan penghargaan yang tulus terhadap Nissan.”

“Saya sangat percaya dalam semua upaya saya atas nama perusahaan, saya telah bertindak terhormat, secara hukum, dan dengan sepengetahuan dan persetujuan eksekutif yang sesuai di dalam perusahaan — dengan tujuan utama mendukung dan memperkuat Nissan, dan membantu memulihkan tempatnya sebagai salah satu perusahaan terbaik dan paling dihormati di Jepang,” kata Ghosn yang juga pimpinan Renault itu.

Baca juga: Carlos Ghosn membela diri, menyatakan tidak bersalah di pengadilan

Pada kesempatan itu, Ghosn membahas tuduhan yang diajukan kepadanya dengan menjelaskan detail kontrak kerja untuk Nissan.

“Ketika saya pertama kali bergabung dengan Nissan dan pindah ke Jepang hampir 20 tahun yang lalu, saya ingin dibayar dalam dolar AS, tetapi diberitahu bahwa itu tidak mungkin dan diberi kontrak kerja yang mengharuskan saya dibayar dalam yen Jepang.”

Namun karena memikirkan volatilitas mata uang yen terhadap dolar AS, Ghosn ingin pembayaran itu dilakukan dengan mata uang dolar.

“Saya seorang individu yang berbasis pada dolar AS — anak-anak saya tinggal di AS dan saya memiliki ikatan kuat dengan Lebanon, yang mata uangnya memiliki nilai tukar tetap terhadap dolar AS.”

“Saya ingin prediktabilitas dalam pendapatan saya guna membantu saya dalam menjaga keluarga saya.”

Baca juga: Berapa penghasilan Carlos Ghosn yang tidak dilaporkan?

Selanjutnya, Ghosn memilih menandatangani kontrak valuta asing (FX contracts) untuk seluruh masa jabatannya di Nissan, mulai tahun 2002, dan dua jenis kontrak itulah yang menjadi masalah dalam perkara ini.

“Satu ditandatangani pada 2006, ketika harga saham Nissan sekitar 1.500 yen dan kurs yen/dolar sekitar 118. Yang lain ditandatangani pada 2007, ketika harga saham Nissan sekitar 1.400 yen dan nilai tukar yen/dolar sekitar 114,” katanya.

Adanya krisis keuangan pada 2008-2009 menyebabkan saham Nissan merosot hingga 400 yen pada Oktober 2008, dan 250 yen pada Februari 2009 (turun lebih dari 80 persen dari puncaknya) dan nilai tukar yen/dolar turun di bawah 80.

“Itu adalah badai yang sempurna, tidak ada yang memperkirakan,” katanya, kemudian menambahkan bahwa seluruh sistem perbankan dibekukan, dan bank meminta peningkatan agunan dengan segera.

Atas masalah itu, Ghosn mendapatkan dua pilihan. Pertama adalah mengundurkan diri dan mendapatkan uang pensiun sebagai jaminan, kendati hal itu tidak dilakukan Ghosn.

“Tetapi komitmen moral saya kepada Nissan tidak akan membiarkan saya mundur selama masa genting itu: Seorang kapten tidak melompat dari kapal di tengah badai.”

Baca juga: Perbandingan gaji Carlos Ghosn dengan bos otomotif dunia

Sedangkan pilihan kedua adalah, “Meminta Nissan mengambil agunan untuk sementara, asalkan tidak ada biaya bagi perusahaan, sementara saya mengumpulkan agunan dari sumber yang lain.”

“Saya memilih opsi kedua. Kontrak FX kemudian ditransfer kembali kepada saya tanpa menimbulkan kerugian Nissan,” katanya.

Ia juga menyinggung soal kiprahnya selama 20 tahun untuk membangkitkan Nissan, menghidupkan kembali beberapa model mobil ikonik, membangun aliansi yang menjadi grup mobil nomor satu di dunia pada tahun 2017 dengan memproduksi lebih dari 10 juta mobil per tahun.

“Prestasi ini — diamankan bersama tim karyawan Nissan di seluruh dunia — adalah kesenangan terbesar dalam hidup saya, selain keluarga saya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ghosn juga membela diri dengan menyatakan tidak bersalah.

“Saya telah dituduh secara salah dan ditahan secara tidak adil berdasarkan tuduhan yang tidak pantas dan tidak berdasar,” katanya kepada Pengadilan Distrik Tokyo, melalui pernyataan tertulis yang telah disiapkan, dilansir Reuters, Selasa.

“Bertentangan dengan tuduhan yang dibuat jaksa penuntut, saya tidak pernah menerima kompensasi yang tidak diungkapkan dari Nissan, saya juga tidak pernah menandatangani kontrak dengan Nissan untuk mendapat bayaran tetap dengan jumlah yang tidak diungkapkan,” sambungnya.

Baca juga: Bela Carlos Ghosn, mantan eksekutif Nissan sebut demi kebaikan perusahaan

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019