Teheran: Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi pada Rabu 9 Januari bahwa seorang warga negara Amerika Serikat (AS) telah ditangkap di kota Mashhad. Tetapi pihaknya membantah laporan bahwa tersangka telah diperlakukan dengan buruk.

Juru Bicara Kemenlu Iran Bahram Ghasemi mengatakan bahwa Michael White, seorang veteran Angkatan Laut Amerika Serikat berusia 46 tahun, ditangkap ‘beberapa waktu lalu’ di kota terbesar kedua Iran.

Ghasemi berkata, Pemerintah AS, melalui kedutaan Swiss di Teheran, diberitahu tentang penangkapan itu pada hari-hari awal insiden. Kepentingan AS di Iran ditangani oleh misi diplomatik Swiss, karena kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik sejak 1980.

White, 46, asal Imperial Beach, California, ditangkap pada Juli setelah mengunjungi pacarnya di Mashhad, menurut ibunya kepada New York Times, awal pekan ini.

Kemenlu AS mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya “mengetahui laporan” tentang penahanannya, tetapi menolak untuk memberikan perincian, dengan alasan pertimbangan privasi.

Menurut Ghasemi, laporan di media AS bahwa White ditahan dalam kondisi yang buruk adalah “keliru dan tidak akurat”.

“Kasus ini sedang ditangani oleh pihak berwenang terkait dan pada akhir proses ini mereka akan mengeluarkan informasi yang diperlukan,” Ghasemi lebih lanjut dikutip mengatakan pada akun Telegram-nya, seperti disitir dari Al Jazeera, Kamis, 10 Januari 2019.

White bergabung dengan setidaknya tiga warga AS lainnya, dua dari mereka keturunan Iran, ditahan di Iran. Pada Juli 2017, Iran mengatakan bahwa mereka sudah menahan warga keturunan Tiongkok-Amerika, Xiyue Wang, mahasiswa pascasarjana Princeton yang sedang melakukan penelitian di Iran.

Sejak Oktober 2015, mereka juga menangkap Namazi yang blasteran Iran-Amerika. Ayah Namazi, Baquer, mantan diplomat 82 tahun untuk Badan Anak PBB (UNICEF), juga ditahan. Keduanya adalah warga negara Amerika yang dinaturalisasi. Pada 2007, mantan agen FBI, Robert Levinson, hilang di Iran.

Masalah tahanan sejak lama menambah ketegangan antara Iran dan AS. Terakhir kali Iran membebaskan warga Amerika yang dipenjara adalah ketika kesepakatan internasional tentang program nuklir Iran berlaku pada Januari 2016.

Iran membebaskan empat orang Amerika, termasuk Jason Rezaian, mantan koresponden untuk Washington Post. Sebagai gantinya, AS membebaskan beberapa warga Iran yang ditahan atas pelanggaran sanksi.

Hubungan antara Iran dan AS memburuk tajam tahun lalu ketika Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir dan memberlakukan kembali sanksi menyeluruh terhadap Iran.

(FJR)