Jadwal Piala Indonesia Berubah, Persebaya Terancam Tak Bisa Full Team

JawaPos.com – Laga babak 64 besar Piala Indonesia 2018 memberi masalah tersendiri bagi Persebaya Surabaya. Selain tak bisa didampingi pelatih kepala Djadjang Nurdjaman, Persebaya juga berpotensi tak bisa memainkan para pemain andalan. 

Saat meladeni tantangan PSBI Blitar di babak 128 besar Piala Indonesia, Persebaya menurunkan kekuatan utama. Namun, di babak 64 besar melawan PSKT Sumbawa Barat, hal itu agak sulit untuk diulang. Penyebabnya dipicu oleh perubahan jadwal di Piala Indonesia.

Djanur-sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, memang tak bisa mendampingi tim karena harus melanjutkan modul untuk meraih lisensi pro AFC. Dia menilai, Piala Indonesia tetap penting bagi Persebaya. Karena itu dia akan melakukan koordinasi dengan asisten pelatih Bejo Sugiantoro. 

“Kami akan tetap upayakan untuk menang,” kata mantan pelatih Persib Bandung itu.

Masalahnya, laga melawan PSKT mengalami penundaan. Harusnya, laga digelar pada 17 Desember. Tapi, karena bersamaan dengan ajang Porprov Nusa Tenggara Barat, jadwal dipindah ke 22 Desember.

Begitu pula dengan venue pertandingan. Berubah dari Stadion Magaparang, Sumbawa menjadi di  Stadion 17 Desember Turide, Mataram.

Pemunduran jadwal laga membuat persiapan Persebaya sedikit kacau. Sebab, laga digelar berdekatan dengan perayaan hari raya Natal. Praktis, beberapa pemain Nasrani diragukan turun dalam laga kontra tim Liga 3 itu. Padahal, pemain seperti David da Silva dan Osvaldo Haay menjadi andalan di lini depan.

Lini belakang juga berpeluang tanpa Ruben Sanadi dan Fandry Imbiri. Meski yang dihadapi adalah tim Liga 3, tapi Persebaya tetap waspada. 

Karena itu, Djanur akan melihat bagaimana perkembangan tim. Lagipula, mereka masih harus menghadapi PSIS Semarang di laga pamungkas Liga 1, Sabtu (8/12) lusa.

“Makanya harus saya siapkan betul timnya seperti apa. Karena pemain tak akan komplet, jadi harus benar-benar disiapkan,” tegas pelatih 54 tahun itu. 

(gus)