Jason Spindler. (Foto: Facebook)

Nairobi: Pengusaha asal Amerika Serikat (AS) Jason Spindler menjadi salah satu korban tewas serangan bom di Kenya. Serangan ini diklaim oleh kelompok militan Al Shabaab yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Korban tewas pun saat ini bertambah menjadi 21 orang. Bom diledakkan di kompleks hotel-hotel mewah, DusitD2, di ibu kota Nairobi.

Dilansir dari CNN, Kamis 17 Januari 2019, Spindler yang seorang pengusaha dan juga penasihat investasi bisnis kerap mengadakan kegiatan amal. Kegiatan seperti ini lah yang membawanya ke Kenya.

Ia juga bergabung dengan lembaga Peace Corps di Peru untuk membantu petani mengembangkan koperasi untuk dijual ke pasar yang lebih besar. 

Baca: Kelompok Al Shabaab Klaim Serangan di Kenya

Saat kejadian 9/11, Spindler terlambat masuk ke kantor yang berlokasi di lantai 7 World Trace Center (WTC) New York. Ketika pesawat menabrak menara tersebut, Spindler masih berada di kereta bawah tanah. 

Serangan di Nairobi tersebut dimulai ketika tiga mobil tiba-tiba meledak di dekat sebuah toko mewah. Setelah itu, ada mobil lain yang meledak di teras Hotel Dusit.

Suara tembakan dan ledakan membuat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Pasukan keamanan Kenya telah melakukan pengamanan di sejumlah bangunan di lokasi penyerangan.

Serangan terakhir terjadi di Kenya pada 2013 tepatnya di Westgate, Nairobi. Saat itu, kelompok teroris Al-Shabaab menewaskan 67 orang di pusat perbelanjaan mewah. 

(FJR)