Zinedine Zidane tak bisa menerima kekalahan memalukan dari tim papan bawah dan dia ingin cepat-cepat akhiri musim mengenaskan Real Madrid.

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mengakui dirinya saat ini hanya ingin segera mengakhiri musim 2018/19 setelah timnya kembali menelan kekalahan.

Rayo Vallecano menghadirkan kekalahan kesepuluh bagi pasukan Zidane di musim ini, dengan penalti Adrian Embarba menentukan kemenangan timnya, yang berjuang di zona degradasi.

Ini merupakan pertama kalinya Rayo meraih kemenangan mengejutkan atas tetangga mereka tersebut dalam 20 tahun. Merengue pun dipastikan hanya bisa finis terbaik di peringkat ketiga, mengulangi pencapaian Zidane musim lalu.

Baca juga : The Best Option for Sbo Soccer Agent

Madrid bahkan sempat tepelanting jauh dari Barceona dan Atletico Madrid sejak pria Prancis itu kembali menangani tim yang ditinggalkannya pada musim panas lalu.

Namun, sepertinya Zidane belum bisa memberikan yang terbaik untuk klub ibu kota.

“Kami mati kutu dari menit pertama sampai akhir,” ujar Zidane kepada reporter selepas pertandingan.

“Terkadang, Anda tidak bisa mencetak gol, tapi Anda memiliki sejumlah peluang. Permainan kami sama sekali tidak terlihat. Kami harus sangat marah dengan ini, termasuk saya. Sebab, kami meninggalkan citra yang buruk hari ini dan saya bertanggung jawab, tidak hanya para pemain. Kami harus meminta maaf atas apa yang kami tampilkan hari ini,” sambungnya.

“Mungkin lebih baik mengakhiri musim ini sesegera mungkin. Kami memiliki tiga laga sisa dan kami harus memainkannya. Kami tidak bisa mengakhiri seperti ini, mengingat citra yang tadi saya sebut,” imbuhnya.

Lebih jauh, Zidane merasa kekalahan ini tidak bisa diterima. Dia pun berharap, di tiga laga sisa, para pemain Madrid masih berhasrat untuk meraih hasil positif.

“Kami harus menghargai permainan sepakbola, menghargai klub ini, dan kami harus menyelesaikan tiga laga ini karena kami harus bermain lebih baik dari hari ini. Apa yang kami peroleh hari ini tidak bisa diterima,” tandasnya.

Musim Madrid semakin mengenaskan karena mereka harus tersingkir dini di Liga Champions dan terhenti lajunya di Copa del Rey sebelum Zidane datang untuk menangani tim di periode keduanya.